Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta

Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender

BKD DIY (28/02/2013) -

Bertempat di hotel Brongto Jl. Suryodiningratan No 26 Yogyakarta, pada hari Senin sampai Rabu tanggal 11 -13 Februari 2013 penulis mengikuti Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), pelatihan ini diadakan oleh BPPM DIY dalam rangka peningkatan kualitas SDM tentang penyusunan perencanaan dan pengganggaran yang responsif gender. Pelatihan dikuti oleh seluruh Badan Kepegawaian Daerah provinsi/kabupaten/kota dan 9 instansi lain dari kabupaten/kota. Pelatihan diikuti oleh masing-masing 2 orang dari setiap instansi baik laki-laki maupun perempuan.

Banyak hal yang didapat oleh penulis dalam beberapa hari mengikuti diklat ini. Antara lain apa itu gender, apa itu PPRG, bagaimana cara melakukan PPRG, apa itu ARG, bagaimana cara melaksanakan ARG dan kendala-kendala yang dihadapi dalam kesetaraan gender.

Pengertian Gender

Gender  berasal dari bahasa Latin, yaitu ”genus”, berarti tipe atau jenis. Gender adalah pembedaan antara perempuan dan laki-laki berdasarkan jenis kelaminnya dalam hal sifat, peran, posisi, tanggungjawab, akses, fungsi, kontrol. Semua ini dibentuk /dikonstruksi secara sosial, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain budaya, agama, sosial, politik, hukum,pendidikan, dan lain-lain.

            Gender di pengaruhi oleh stratifikasi sosial yang ada seperti kemiskinan, ras, etnis, umur, agama, kelas ekonomi, geografis, kondisi fisik, status perkawinan dan stratifikasi sosial yang lain.

Berbeda dengan seks yang bersifat biologis, gender bersifat sosial, budaya dan psikologis. Gender berkaitan dengan: berbagai peran dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki dalam hubungan antara mereka, cara perilaku dan identitas yang ditentukan melalui proses sosialisasi.

Ironisnya, banyak orang menganggap gender sebagai sesuatu yang alamiah, sudah seharusnya demikian, dan merupakan ketentuan Tuhan, sehingga tidak perlu dipertanyakan dan digugat.

PPRG

PPRG  adalah Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender, didalamnya ada (Anggaran Reponsif Gender) ARG. Dalam Anggaran kinerja menyebut bahwa anggaran bukan sekedar akuntansi dan keuangan, anggaran kinerja harus sesuai antara uang, kebijakan dan tujuan pemerintahan (termasuk gender equality) . Kejelasan tujuan, isu-isu strategis, target kinerja.Sedangkan Anggaran Responsif Gender meletakkan gender pada anggaran kinerja, hal ini memperlihatkan bahwa:

-       Isu gender dapat tercermin jelas maupun tersirat dalam tujuan

-       Isu gender dapat tercermin jelas pada penentuan target dan indikator yang terpilah

-       Isu gender dapat tercermin dari target dan indikator yang berfokus pada isu-isu terkait gender, mis. Kekerasan terhadap perempuan atau mendorong keterlibatan laki- laki dalam program KB

Ada beberapa kunci tentang ARG

-       Bukan merupakan anggaran terpisah untuk laki-laki dan perempuan dan tidak sama dengan anggaran untuk perempuan

-       Tidak selalu berarti penambahan alokasi

-       ARG lebih menekankan pada masalah kesetaraan dalam penganggaran

-       Kesetaraan tersebut berupa proses maupun dampak alokasi anggaran dalam program/kegiatan yang bertujuan menurunkan tingkat kesenjangan gender

-       ARG bekerja dengan cara menelaah dampak dari belanja suatu kegiatan terhadap perempuan dan laki-laki

-       Menganalisa apakah alokasi anggaran tersebut telah menjawab kebutuhan perempuan serta kebutuhan lelaki secara memadai

Perlu digarisbawahi bahwa gender tidak hanya memperjuangkan kepentingan perempuan, namun jika ada ketidaksetaraan antara akses, partisipasi, kontrol dan manfaat baik yang dirasakan laki-laki ataupun perempuan, maka perlu dilakukan kegiatan afirmasi agar terjadi keseimbangan antara keduanya.

 

 

Data Sejenis

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama*
Email*
Alamat*
Pesan*