Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta

Sumpah Pemuda Dulu dan Kini

BKD DIY (30/10/2017) -

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah tonggak sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Tiap tahun kita memperingati Sumpah Pemuda untuk melestarikan dan mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan para pemuda dari berbagai latar belakang kedaerahan dan kesukuan untuk menyatukan tekad guna mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia yang sedang terjajah oleh kekuatan kolonialis.

Penderitaan rakyat Indonesia akibat penjajahan waktu itu memang luar biasa sehingga menggugah para pemuda kaum terpelajar Nusantara menyatukan jiwa dengan identitas yang sama, yaitu satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air, Indonesia. 
Penyatuan tekad kaum muda ini berdampak luar biasa besar bagi perjalanan bangsa hingga akhirnya berbuah pada kemerdekaan 17 Agustus 1945. Karena itu sepantasnyalah kaum muda masa kini memperingati sumpah yang bersejarah itu meskipun konteks waktu dan masalah yang dihadapi saat ini sudah berbeda. Sekarang tidak ada penjajahan fisik lagi. Bangsa ini lebih banyak menghadapi tantangan dalam diri sendiri. Tantangan dan ancaman dari luar juga tak bisa diremehkan, tetapi banyak yang menilai segala persoalan bangsa Indonesia masa kini datang dari dalam diri bangsa Indonesia sendiri.
Korupsi, kemiskinan, pudarnya nasionalisme kebangsaan, materialisme, narkoba, terorisme/radikalisme, hedonisme, dan globalisasi adalah sederet tantangan yang harus dihadapi kaum muda Indonesia saat ini dan masa depan. Kaum muda Indonesia tidak boleh terlena dan terlalu asyik dengan diri sendiri. Semangat Sumpah Pemuda harus terus dikobarkan. 
Di zaman yang serba cepat dan instan ini, menanamkan satu tekad demi Merah Putih bukanlah perkara mudah. Apalagi musuh bersama yang dihadapi tidak nyata secara fisik. Tapi musuh yang tidak tampak justru lebih berbahaya, memiliki daya rusak yang luar biasa dan  mengancam masa depan bangsa. Pemuda Indonesia adalah bagian penting yang akan menentukan potret Indonesia 20–30 tahun yang akan datang. Benarkah Indonesia akan menjadi bagian utama dalam percaturan ekonomi dan politik global di masa depan seperti diramalkan berbagai lembaga internasional, benarkah pemuda Indonesia bakal mengubah negeri ini menjadi negara yang maju, sejahtera, dan disegani bangsa lain. Betulkah pemuda Indonesia akan mampu mengubah kiblat dunia internasional menuju ke Timur. Jika semangat Sumpah Pemuda benar-benar meresap dalam hati sanubari kaum muda, kita berani mengatakan benar dengan suara lantang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi jika nilai-nilai penting Sumpah Pemuda itu tidak akrab di telinga kaum muda kita, pasti mereka tidak mampu menjawabnya. Haruskah para pemuda menunggu bangsa Indonesia dijajah kembali untuk menggelorakan semangat Sumpah Pemuda.
Menyatukan tekad dalam satu misi kebangsaan dan kenegaraan bukan pekerjaan mudah. Jangankan menyatukan puluhan atau ratusan organisasi pemuda di seluruh Indonesia, menyatukan visi satu Indonesia di antara dua pemuda saja tidak segampang yang dibayangkan. Tapi untuk memecah belah kaum muda dan pelajar kita saat ini begitu mudahnya. Mahasiswa dan pelajar kita begitu mudah diprovokasi untuk terlibat tawuran dengan kawan sendiri maupun dengan sekolah atau kampus lain yang terkadang dipicu persoalan sepele, tapi di pihak lain tidak sedikit kaum muda kita yang berprestasi dengan karya-karya spektakuler mereka. Kita patut berbangga atas torehan prestasi mereka. Saatnya para pemuda menyatukan tekad untuk bersumpah memerangi korupsi, bersumpah menjadi negarawan, bersumpah mengabdi kepada bangsa dan negara, bersumpah membuat karya yang membanggakan Indonesia, serta bersumpah berani tampil sebagai pemimpin dalam segala lini. (diambil dari berbagai sumber/Iin-program)

 

 

Data Sejenis

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama*
Email*
Alamat*
Pesan*