Kumpulan Artikel BKD D.I. Yogyakarta

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, maka HINDARI PERCERAIAN SEJAUH MUNGKIN. PNS adalah unsur aparatur negara, abdi negara, dan abdi masyarakat yang harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam tingkah laku, tindakan, dan ketaatan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk menyelenggarakan kehidupan berkeluarga. Untuk dapat melaksanakan kewajiban yang demikian itu, maka kehidupan PNS harus ditunjang oleh kehidupan yang serasi, sejahtera, dan bahagia, sehingga setiap PNS dalam melaksanakan tugasnya tidak akan banyak terganggu oleh masalah-masalah dalam keluarganya. Namun tidak dapat dipungkiri permasalahan dalam rumah tangga yang terjadi secara terus-menerus bisa menyebabkan terjadinya perceraian bagi PNS.

Lalu apa yang harus dilakukan apabila PNS mau bercerai? Berikut kami uraikan penjelasannya bagi Anda.

  1. PNS harus memiliki salah satu alasan yang sah untuk melakukan perceraian

(Berdasarkan SE BAKN Nomor 08/SE/1980) yaitu:

  1. Salah satu pihak berbuat zina

Hal ini dibuktikan dengan Putusan Pengadilan, surat pernyataan sekurang-kurangnya 2 (dua) saksi yang telah dewasa yang melihat perzinaan tersebut yang diketahui Camat, atau perzinaan diketahui oleh salah satu pihak (suami atau istri) dengan tertangkap tangan;

  1. Salah satu pihak menjadi pemabok, pemadat, atau penjudi yang sulit disembuhkan.

Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan sekurang-kurangnya 2 (dua) saksi yang telah dewasa yang mengetahui perbuatan tersebut yang diketahui Camat atau surat keterangan dari dokter atau polisi yang menerangkan berdasarkan hasil pemeriksaan terbukti bahwa salah satu pihak (suami atau istri) telah menjadi pemabok, pemadat, atau penjudi yang sulit disembuhkan;

  1. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin dari pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuan/ kemauannya, yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari Kepala Kelurahan/ Kepala Desa, yang disahkan oleh pejabat yang berwajib serendah-rendahnya Camat;
  2. Salah satu pihak mendapat hukuman pidana penjara selama 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat secara terus-menerus setelah perkawinan berlangsung.

Hal ini dibuktikan dengan Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap;

  1. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari Kepala Kelurahan/ Kepala Desa, yang disahkan oleh pejabat yang berwajib serendah-rendahnya Camat; dan
  2. Antara suami istri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan untuk hidup rukun dalam rumah tangga.
  3. PNS harus sudah dibina di instansinya

Sebelumnya PNS harus melaporkan kepada atasannya bahwa akan mengajukan permintaan izin perceraian. Apabila berkedudukan sebagai Penggugat, PNS mendapatkan surat izin untuk melakukan perceraian. Apabila berkedudukan sebagai Tergugat, PNS mendapatkan surat keterangan untuk melakukan perceraian. Menindaklanjuti surat permintaan izin perceraian PNS, setiap atasan yang menerima surat permintaan izin perceraian harus berusaha merukunkan kembali suami istri tersebut. Pembinaan perceraian menghadirkan kedua belah pihak, bisa bergantian atau bersama-sama dalam bentuk tanya jawab terbuka untuk mengetahui latar belakang perceraian, usaha yang telah dilakukan oleh kedua belah pihak untuk mencegah terjadinya perceraian, dan sekaligus atasan dapat memberikan saran-saran supaya perceraian tidak dilanjutkan. Setelah pembinaan, atasan sebaiknya memberikan tenggang waktu bagi kedua belah pihak untuk melakukan mediasi, sebelum dilakukan pembinaan kembali. Apabila memang tidak bisa dirukunkan, maka permintaan izin perceraian tersebut segera dilaporkan kepada Pejabat Yang berwenang, dalam hal ini Gubernur DIY melalui Kepala BKD DIY.

  1. PNS harus mempunyai izin dari Pejabat Yang Berwenang

Gubernur DIY melalui Kepala BKD DIY akan memroses izin untuk melakukan perceraian dengan waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak menerima laporan dari kepala instansi. Permohonan izin dapat dikabulkan atau ditolak setelah Gubernur DIY melalui Tim Penetapan Hukum PNS melakukan pembinaan kepada kedua belah pihak dengan mempertimbangkan:

  1. Alasan-alasan yang dikemukakan PNS dalam surat permintaan izin perceraian dan lampiran-lampirannya;
  2. Pertimbangan yang diberikan oleh atasan PNS tersebut; dan
  3. Keterangan dari pihak lain yang dipandang mengetahui keadaan PNS yang mengajukan permintaan izin perceraian.

Pemberian izin ditolak atau tidak dikabulkan apabila:

  1. Bertentangan dengan ajaran/ peraturan agama yang dianutnya/ kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Tidak ada alasan yang sah untuk melakukan perceraian;
  3. Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan/ atau
  4. Alasan perceraian yang dikemukakan bertentangan dengan akal sehat.

PNS harus mendapatkan izin untuk melakukan perceraian (Penggugat) atau surat keterangan untuk melakukan perceraian (Tergugat). Apabila tidak, maka risiko yang harus dipertanggungjawabkan adalah PNS dapat dijatuhi hukuman diisplin tingkat berat berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, karena melanggar ketentuan Pasal 3 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS, dan Pasal 3 angka 4 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. Selain itu, setelah PNS memperoleh izin untuk melakukan perceraian, apabila telah putus perceraiannya berdasarkan Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum yang tetap, wajib melaporkan perceraianya secara hierarki selambat-lambatnya 1 (satu) bulan, terhitung mulai tanggal perceraian tersebut. Apabila PNS tidak melaporkan perceraiannya, maka juga dapat dijatuhi hukuman diisplin tingkat berat berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.


Seperti dikutip dari www.idai.or.id Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. ASI akan mencegah malnutrisi karena ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi dengan tepat, mudah digunakan secara efisien oleh tubuh bayi dan melindungi bayi terhadap infeksi. Kira-kira selama tahun pertama kehidupannya, sistem kekebalan bayi belum sepenuhnya berkembang dan tidak bisa melawan infeksi seperti halnya anak yang lebih besar atau orang dewasa, oleh karena itu zat kekebalan yang terkandung dalam ASI sangat berguna

ASI merupakan larutan kompleks yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa. Di dalam usus halus laktosa akan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase. Produksi enzim laktase pada usus halus bayi kadang-kadang belum mencukupi, untungnya laktase terdapat dalam ASI. Sebagian laktosa akan masuk ke usus besar, dimana laktosa ini akan difermentasi oleh flora usus (bakteri baik pada usus) yaitu laktobasili. Bakteri ini akan menciptakan keadaan asam dalam usus yang akan menekan pertumbuhan kuman patogen (kuman yang menyebabkan penyakit) pada usus dan meningkatkan absorpsi (penyerapan) kalsium dan fosfor.

Peran ASI yang begitu penting didukung pula oleh Pemerintah dengan diundangkannya PP Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Dalam pasal 2 disebutkan bahwa pengaturan pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk:

  1. menjamin pemenuhan hak Bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif sejak dilahirkan sampai dengan berusia 6 (enam) bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya;
  2. memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya; dan
  3. meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah terhadap pemberian ASI eksklusif.

Selanjutnya dalam pasal 6 ditegaskan bahwa setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya, kecuali ada indikasi medis, ibu tidak ada, atau ibu terpisah dari bayi.

Keberhasilan ASI eksklusif didukung dari banyak faktor, seperti kepercayaan diri dan kemauan ibu, dukungan keluarga terdekat khususnya suami, serta tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas kesehatan. Berikut tips yang harus dilakukan supaya ASI eksklusif dapat berhasil:

 

  1. Bagi ibu

Ibu harus percaya diri dan mempunyai kemauan untuk bisa memberikan ASI kepada bayinya dengan mencari informasi sebanyak mungkin tentang ASI, mulai dari usaha untuk memberdayakan diri melalui social media mengenai persiapan melahirkan sangat mudah didapatkan misalnya untuk melakukan pijat payudara. Tujuan pijat payudara adalah untuk melancarkan ASI. Pijat payudara bisa dilakukan sebanyak 2 (dua) kali sehari, mulai usia kandungan 36 (tiga puluh enam) minggu. Sebaiknya tidak dilakukan sebelum usia 36 (tiga puluh enam) minggu, karena pijat payudara menstimulasi hormon oksitoksin keluar , sehingga bisa memicu kontraksi dan dikhawatirkan menyebabkan kelahiran prematur. Perlu juga untuk membersihkan payudara, payudara akan menjadi lebih sehat dan ini bisa menciptakan kondisi sehat bagi produksi ASI. Bersihkan payudara dengan baby oil dan air hangat. Hindari membersihkan dengan alkohol, lotion, atau sabun sembarangan.

  1. Bagi keluarga (khususnya suami)

Suami harus ikut serta dalam mencari informasi dan edukasi. Suami dapat membantu dengan mengantar dan menemani ibu pergi ke tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas kesehatan mencari informasi dan edukasi ASI, memotivasi ibu untuk percaya diri menghadapi persalinan, melakukan pijatan ringan jika ibu kelelahan, membantu pekerjaan rumah tangga ibu di rumah, menjaga ibu untuk tetap sehat menemani berolahraga ringan seperti jogging atau prenatal yoga, dan menyediakan nutrisi yang baik bagi ibu.

  1. Bagi tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas kesehatan

Tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas kesehatan wajib memberikan informasi dan edukasi ASI eksklusif kepada ibu dan/atau anggota keluarga dari bayi yang bersangkutan sejak pemeriksaan kehamilan sampai dengan periode pemberian ASI eksklusif selesai. Hal ini bisa dimulai dengan memfasilitasi ibu untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) minimal 1 (satu) jam setelah melahirkan. IMD dilakukan dengan cara meletakkan bayi secara tengkurap di dada atau perut ibu sehingga kulit bayi melekat pada kulit ibu. Selain itu, apabila nanti terjadi kesulitan dalam pemberian ASI setelah ibu melahirkan, maka tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas kesehatan dapat merekomendasikan ibu untuk menemui konselor laktasi.

Peran pemerintah telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan atau Memerah ASI: "Tempat kerja harus memberikan kesempatan bagi ibu bekerja di dalam ruangan dan atau di luar ruangan untuk menyusui dan atau memerah ASI pada waktu kerja di tempat kerja." Terkait hal tersebut Pemerintah Daerah DIY menentukan standar sarana dan prasarana kantor antara lain penyediaan ruang laktasi di kantor sesuai Peraturan Gubernur DIY Nomor 15 Tahun 2019 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja pada pasal 5 ayat 1 huruf b nomor 21.

Jadi apakah anda adalah seorang ibu dari bayi, seorang suami dari istri yang memiliki bayi, seorang teman dari ibu yang memiliki bayi, dan terlebih apabila anda seorang tenaga kesehatan dan atau penyelenggara fasilitas kesehatan serta siapa pun anda, marilah kita dukung pemberian ASI eksklusif dengan memulai dari diri kita sendiri dan memberikan dukungan bagi orang-orang yang ada di lingkungan kita. Berhenti menghakimi dan mulai mendukung dengan usaha yang nyata bagi orang-orang di sekitar kita. Usaha yang baik akan membuahkan hasil yang baik. Bayangkan apabila semua anak di Indonesia mendapatkan ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan, bahkan sampai 2 (dua) tahun tentunya anak Indonesia akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, yang berguna bagi kemajuan bangsa Indonesia.

(penulis: Chrisan)


Salah satu kekurangan manusia adalah suka berbuat salah dan dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi kekurangannya itu, khususnya dosa kepada sesama manusia. Saat orang lain berbuat salah dan dosa yang terarah kepada kita, kita diajari untuk memaafkan. Saat kita berbuat salah dan dosa kepada orang lain, kita diajari untuk meminta maaf. Memaafkan menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh umat manusia. Bukan sekedar sebagai tanda ada rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan yang telah dibuat. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati.

Tentu saja akan banyak orang yang kontra dengan pernyataan ini. Mereka seolah menyangkal memaafkan orang yang bersalah harus dilakukan sekalipun sulit. Tapi bagaimanapun memaafkan sebuah kesalahan tidak sama dengan melupakan masa lalu yang menyakitkan. Tentu saja hal ini tidak bisa disamakan. Sekalipun emosi menghampiri, membenci orang lain tidak akan membuatmu bisa melangkah tanpa beban lho. Ada beberapa alasan mengapa sekalipun sulit, kamu harus mau memaksa diri sendiri untuk memaafkan orang lain, bahkan terlebih dirimu sendiri.

 

Sabar dan Memaafkan

Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari ada saja perbuatan orang lain yang tidak berkenan bahkan menyakitkan hati kita. Bila kita menyimpannya dalam hati, rasa sakit itu ternyata menimbulkan berbagai dampak fisik dan psikologis. Sakit hati dapat membahayakan bagi kesehatan manusia, sakit hati juga menjadikan hati manusia dipenuhi marah, dendam dan benci kepada orang lain yang dipersepsi merugikannya. Ini menjadi sumber stres dan depresi manusia. Hati yang dipenuhi energi negatif, akan mengarahkan individu untuk berkata-kata yang destruktif, pengungkapan kemarahan di depan publik, maupun hujatan. Memaafkan adalah proses untuk menghentikan perasaan dendam, jengkel, atau marah karena merasa disakiti atau didzalimi. Pemaafan (forgiveness) sendiri adalah kesediaan seseorang untuk meninggalkan kemarahan, penilaian negatif, dan perilaku acuh-tidak-acuh terhadap orang lain yang telah menyakitinya secara tidak adil.

Memaafkan memang tidak mudah, butuh proses dan perjuangan untuk melakukannya. Adanya kebaikan bagi diri kita dan bagi orang lain akan menjadikan memaafkan menjadi sesuatu yang mungkin dilakukan. Para ahli psikologi mempercayai bahwa memaafkan memiliki efek yang sangat positif bagi kesehatan. Pemaafan (forgiveness) merupakan salah satu karakter positif yang membantu individu mencapai tingkatan optimal dalam hal kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual. Pada beberapa tahun belakangan, pemaafan semakin populer sebagai psikoterapi atau sebagai suatu cara untuk menerima dan membebaskan emosi negatif seperti marah, depresi, rasa bersalah akibat ketidakadilan, memfasilitasi penyembuhan, perbaikan diri, dan perbaikan hubungan interpersonal dengan berbagai situasi permasalahan. Termasuk pengertian memohonkan ampun bagi mereka adalah mendoakan kebaikan bagi mereka, mengusahakan kebaikan bagi mereka, dan sebagainya.

Memaafkan orang yang bersalah kepadamu bukan hanya membuat mereka terlepas dari rasa bersalah, tapi membuatmu semakin bersyukur karena kamu masih diberi kelapangan hati untuk memaafkan orang lain. Jadi, sudah siap untuk memaafkan orang yang selama ini menyakitimu? jangan lupa ya untuk memaafkan dirimu sendiri lebih dulu. Lepaskanlah dirimu dari semua rasa bersalah akan masa lalumu.Apa pun dan bagaimana pun lukamu berkembang dan menyiksamu saat ini, cobalah untuk memaafkan dan berjuanglah menerima bagaimanapun keadaanmu.

 

Meminta Maaf

Kata yang semestinya terucap setelah melakukan kesalahan adalah "Maaf". Wajarnya pada saat menyadari bahwa diri telah melakukan kesalahan maka meskipun sukar diucapkan, tetap saja perlu untuk meminta maaf pada seseorang yang telah "tanpa sengaja" disakiti tersebut. Namun, walau hanya satu kata kenapa sukar diucapkan? Karena pada umumnya kita lebih mendahulukan gengsi, dan karena kesombongan yang berada di dalam diri kita sendiri. Contohnya karena merasa diri telah memiliki jabatan yang jauh lebih tinggi, atau karena merasa lebih kaya, atau lebih pintar, maupun lebih tua.

Bukankah sebaiknya kita melupakan itu semua? Melalui satu kata "maaf" ini, cukup mampu menghilangkan permusuhan maupun rasa dendam, dan kita bisa menjalin kembali hubungan yangg telah retak, kita bisa mendapatkan seorang teman lagi, kita bisa meraih damai dan ketenangan hidup kembali.

Dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak perkataan kita sampaikan ke orang lain dan begitu banyak perbuatan yang kita tunjukkan ke orang lain. Di antara puluhan hingga ratusan kata dan perbuatan itu, sangat mungkin sebagian di antaranya menyebabkan orang lain marah. Apa yang kita lakukan bila kita bersalah ke orang lain? Salah satu pengetahuan yang sudah lama kita simpan berkaitan dengan masalah ini adalah dosa orang tidak dimaafkan kecuali korban atau orang yang dirugikan memberi maaf. Memang ada kemungkinan orang yang menjadi korban dari perbuatan dzalim kita akan memberi maaf. Namun, ada kemungkinan juga dia tidak memberikan maaf. Dia simpan kebencian dan kemarahan dalam hatinya. Kalau itu yang terjadi, dosa tetap tersandang dalam diri kita. Karenanya, pilihan yang lebih proaktif, yaitu meminta maaf, menjadi pilihan yang lebih menjamin kepastian dihapuskannya dosa-dosa. Meminta maaf jelas merupakan salah satu bentuk kerendahan hati pribadi dan tentu juga merupakan salah satu bentuk keberanian manusia. Bangsa-bangsa di dunia ini menyikapi kesalahan kepada orang lain yang dilakukannya dengan cara yang berbeda-beda. Orang-orang Eropa dan Amerika banyak yang tampil gentle. Gentleman adalah laki-laki yang memiliki budi pekerti atau perilaku dengan standar tinggi. Salah satu ciri penting yang mereka miliki adalah kesediaan untuk meminta maaf. Mereka segera meminta maaf begitu kesalahan itu mereka lakukan.

Kita percaya bahwa sekalipun suatu perbuatan salah atau memalukan kita lakukan, tetap ada jalan bagi seseorang untuk memperbaiki diri. Jalan untuk menghapus perbuatan yang memalukan atau perbuatan salah adalah menghapus kesalahan dengan jalan sosial (meminta maaf kepada orang lain) dan spiritual (bertaubat kepada Tuhan) dan melakukan perbuatan yang baik dengan jalan sosial (berbuat positif kepada sesama) dan spiritual (berbuat baik kepada Tuhan). Satu hal positif yang semestinya dilakukan untuk menghapus perbuatan salah adalah meminta maaf. Kalau perbuatan salah itu terarah kepada seseorang, pemintaan maaf mestinya diarahkan kepada seseorang atau keluarga yang menjadi korban. Bila kesalahan itu tertuju kepada banyak orang, maka permintaan maaf itu semestinya dilakukan secara terbuka, melalui pers. Selain itu, permintaan maaf sesungguhnya punya manfaat agar orang-orang yang menjadi objek dari perbuatan salah tidak melakukan tindakan yang destruktif dan agresif. Sebagaimana kita ketahui, seringkali orang yang menjadi objek kedzaliman melakukan pembalasan dengan cara yang lebih keras. Temuan dalam psikologi sosial menunjukkan bahwa agresivitas lebih sering didasari oleh alasan membalas perkataan atau perbuatan agresif orang lain. Yang jadi permasalahan adalah balasan itu umumnya lebih keras dibanding rasa sakit yang diterima seseorang.

Permintaan maaf ini berguna untuk meredam amarah yang ada dalam diri orang yang didzalimi. Penyesalan atas kata-kata atau perbuatan di masa lalu serta janji untuk tidak mengulangi perbuatan salah berfungsi untuk meredam amarah yang bergejolak dalam diri seseorang yang disakiti. Ketika nama seseorang disebut-sebut bersalah oleh masyarakat, banyak di antara mereka yang sibuk menyewa pengacara untuk memperkuat alibi tidak bersalah. Mereka juga sibuk berbicara di media massa bahwa mereka tidak terlibat. Saya rasa akan lebih gentle bila mereka mengatakan minta maaf dan siap untuk diproses secara hukum.

 

Sumber : https://www.hipwee.com/opini/meminta-maaf

                http://pikirdong.org/memaafkan-dan-meminta-maaf/


“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah Bulan Allah Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah fardhu adalah shalat malam”. (HR. Muslim, bab Keutamaan Puasa Muharram).

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Tanggal 1 Muharram 1441 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 1 September 2019 Masehi. Bulan ini disebut oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Tentunya, bulan ini memilki keutamaan yang sangat besar.

Di zaman dahulu sebelum datangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bulan ini bukanlah dinamakan bulan Al-Muharram, tetapi dinamakan bulan Shafar Al-Awwal, sedangkan bulan Shafar dinamakan Shafar Ats-Tsani. Setelah datangnya Islam kemudian Bulan ini dinamakan Al-Muharram. Al-Muharram di dalam bahasa Arab artinya adalah waktu yang diharamkan, yaitu diharamkan dari menzalimi diri kita dan berbuat dosa.

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan ini” (Qs. At-Taubah: 36).

Ibnu Abbas mengatakan: Firman Allah dalam surat at-Taubah tentang larangan melakukan kezaliman pada sepanjang masa, kemudian Allah mengkhususkan pada empat bulan tersebut yang dijadikan bulan tersebut sebagai bulan Haram, merupakan tambahan kehormatan bulan-bulan tersebut, sehingga kejahatan yang dilakukan di dalamnya lebih besar dosanya dari kejahatan yang dilakukan di bulan yang lain sebagaimana halnya amal shaleh di dalamnya juga lebih besar pahalanya dibandingkan dengan yang lain. (Tafsir Ibnu Katsir 4/148).

Muharram adalah salah satu bulan haram dari yang empat bulan, yaitu Zulqa’idah, Zulhijjah dan Muharram dan Rajab. (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abi Bakrah). Kelebihan dari empat bulan itu adalah bahwa sebagaimana kebaikan yang dilakukan di tanah Haram dilipatgandakan Allah, maka demikian juga kejahatan dan dosa yang dilakukan dilipatgandakan oleh Allah.

Amalan-amalan di bulan Muharram puasa, seperti hadist Rasulullah yang artinya “Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram.” (HR. Muslim : 1982). Hadits ini sangat jelas sekali bahwa puasa sunnah yang paling afdhol setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Maksud puasa disini adalah puasa secara mutlak. Memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini, utamanya ketika hari ‘Asyura (10 Muharram.

Dari Aisyah radiallahu anha, ia berkata: “Adalah hari Asyura hari puasa kaum Quraisy di masa jahiliyah. Rasulullah juga berpuasa pada masa jahiliyah (sebelum menerima wahyu). Ketika Rasulullah tiba di Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa. Ketika Puasa Ramadhan difardhukan hanya tinggal kewajiban puasa Ramadhan tidak pada Asyura. Bagi yang ingin berpuasa pada Asyura silahkan berpuasa, dan bagi yang tidak ingin, boleh meningggalkannya”. (HR. Abu Daud No. 2442).

Di bulan Muharram, berpuasa ‘Asyura tanggal 10 Muharram sangat ditekankan, karena Rasulullah bersabda, “… Dan puasa di hari ‘Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu.” (HR. Muslim No. 1162/2746). Ternyata puasa ‘Asyura adalah puasa yang telah dikenal oleh orang-orang Quraisy sebelum datangnya Rasulullah. Selain puasa di hari ‘Asyura, berpuasa tanggal 9 Muharram lebih disukai, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkeinginan, jika seandainya tahun depan beliau masih hidup, beliau akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Banyak ulama mengatakan bahwa disunnahkan juga berpuasa sesudahnya yaitu tanggal 11 Muharram. Di antara mereka ada yang berdalil dengan hadist Ibnu ‘Abbas berikut: “Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi. Berpuasalah sebelumnya atau berpuasalah setelahnya satu hari.” (HR. HR Ahmad no. 2153, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 8189 dan yang lainnya. Syaikh Syu’aib dan Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini lemah.) Meskipun demikian, bukan berarti jika seseorang ingin berpuasa tanggal 11 Muharram hal tersebut terlarang.

Sebagian ulama juga memberikan alasan, jika berpuasa pada tanggal 9 dan 11 Muharram, maka hal tersebut dapat menghilangkan keraguan tentang bertepatan atau tidakkah hari ‘Asyura tanggal 10 Muharram yang dia puasai tersebut, karena bisa saja penentuan masuk atau tidaknya bulan Muharram tidak tepat. Apalagi untuk sekarang, banyak manusia tergantung dengan ilmu astronomi dalam penentuan awal bulan, kecuali bulan Ramadhan, Syawal dan Dzul Hijjah.

Amalan lain di bulan Muharram adalah memperbanyak amalan shalih, yaitu Sebagaimana perbuatan dosa pada bulan ini akan dibalas dengan dosa yang besar maka begitu pula perbuatan baik. Bagi yang beramal shalih pada bulan ini ia akan menuai pahala yang besar sebagai kasih sayang dan kemurahan Allah kepada para hambanya.

Ini adalah keutamaan yang besar, kebaikan yang banyak, tidak bisa dikiaskan. Sesungguhnya Allah adalah pemberi nikmat, pemberi keutamaan sesuai kehendaknya dan kepada siapa saja yang dikehendaki. Tidak ada yang dapat menentang hukumnya dan tidak ada yang yang dapat menolak keutamaanNya.

Perbaiki diri dengan senantiasa bertaubatan nasuha, dan moment yang tepat untuk dilakukan di bulan Muharram adalah dengan senantiasa bertaubat. Apa itu taubat? Taubat adalah kembali kepada Allah dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi. Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Taubat adalah tugas seumur hidup.

Maka kewajiban bagi seorang muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya, karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemput. Dan juga perbuatan jelek biasanya akan mendorong untuk mengerjakan perbuatan jelek yang lain. Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan, maka dosanya akan besar pula, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya. Maka bersegeralah bertaubat kepada Allah. Maka dari itu, marilah kita senantiasa memanfaatkan waktu yang ada untuk senantiasa memperbaiki diri menjadi lebih baik. Bukanlah kematian yang akan menunggu taubat kita, namun kitalah yang harus menunggu kematian dengan taubat. (dariberbagaisumber-soffi)


 

Nama Lengkap

Pangkat/Golongan/Ruang

: RADEN AGUS SUPRIYANTO S.H., M.Hum.

: Pembina Utama Madya/IV/d

 

Jenis Kelamin

: Laki - Laki

 

Agama

: Islam

 

Instansi (Unor)

: Badan Kepegawaian Daerah

 

Jabatan

: Kepala Badan Kepegawaian Daerah

 

Jenis Pegawai

: PNS Daerah Provinsi yang bekerja pada Provinsi

 

Pendidikan

: S-2 ILMU HUKUM

 

Status Pegawai

: PNS

 

Riwayat Jabatan

 

No

Jabatan

Tahun

 

Eselon

Instansi

1

KEPALA BADAN

07-11-2011

2A

BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI DIY

2

KEPALA KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DIKAB. SLEMAN

01-08-2006

3A

KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DI KABUPATEN SLEMAN

3

Pj.KEPALA BAGIAN MUTASI

10-02-2004

3A

BIRO KEPEGAWAIAN SETDA PROP.DIY

4

PJ. KA. BAG. MUTASI

07-02-2004

3A

BIRO KEPEGAWAIAN SETDA PROP. DIY.

5

PJ. KA. BID. MUTASI JABATAN

01-11-2001

3A

BKD PROPINSI DIY.

6

KABAG MUTASI PEGAWAI PUSAT

17-01-1997

4A

BIRO KEPEGAWAIAN PROP.DIY

7

KEPALA BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN

05-01-1996

4A

BIRO KEPEGAWAIAN PROP.DIY

8

KASUBBAG PERATURAN/KEDUDUKAN HUKUM

01-06-1994

5A

BIRO KEPEGAWAIAN SETDA PROP.DIY

9

KASUBBAG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

08-08-1990

5A

BIRO KEPEGAWAIAN SETDA PROP.DIY

 

Pendidikan Terakhir

NO

SEKOLAH

JURUSAN

TH LULUS

1

UNIVERSITAS GADJAH MADA

S-2 ILMU HUKUM

2002


Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2019

Pendidikan adalah salah satu senjata untuk merubah dunia. Pendidikan yang baik akan menjadikan kualitas pribadi menjadi lebih baik. 


© 2019 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • +62274 562150, +62274 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55244