Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

Doa Syukur Jelang Akhir Tahun 2018 dan Songsong Tahun 2019 di BKD DIY

Menjelang akhir tahun 2018 Badan Kepegawaian Daerah DIY mengadakan acara doa syukur jelang akhir tahun 2018 dan menyongsong tahun baru 2019 yang diikuti ASN, pegawai Cleaning service, satpam dan seluruh warga BKD DIY. Bertempat di halaman gedung arsip BKD DIY pada tanggal 21 Desember 2018.  Acara dibuka oleh Sekretaris BKD Prapto Nugroho SH. Dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa acara ini untuk menyambung silaturahmi serta mensyukuri atas segala yang diraih BKD tahun 2018. Beberapa yang telah diraih antara lain Juara III dalam kompetisi Budaya Pemerintahan  Satriya, Juara III keterbukaan Informasi Publik dan keberhasilan dalam menyelenggarakan Seleksi Kemampuan Dasar dan Seleksi Kemampuan Bidang CPNS tahun 2018. Selain itu acara ini juga mensyukuri penataan ruang kerja yang telah berjalan lancar serta terlaksananya Pelayanan Terpadu Kepegawaian yang telah berjalan dengan baik dan lancar. Tahun 2019 diharapkan BKD DIY dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi  yang telah kita raih. Kepala Bidang Pengembangan Poniran, SIP, MA juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerjasama semua aparatur di BKD DIY dari Satpam , pegawai Cleaning Service serta PNS di lingkungan BKD dalam mendukung pelaksanaan seleksi CPNS.

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Kepala Bidang Mutasi Drs. Harry Susan Pujiraharjo, MA, MPA. Acara berikutnya adalah ramah tamah dan  makan bersama jenang sumsum. Dipilih jenang sumsum karena memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Jawa. Jenang bukan sekedar makanan khas yang digemari oleh penduduk Jawa. Lebih dari itu, jenang ternyata memiliki makna filosofi dan simbol-simbol yang diyakini oleh orang Jawa. Selain sebagai rasa syukur kepada-Nya, jenang juga dijadikan simbol doa, persatuan, harapan, dan semangat masyarakat Jawa. Jenis-jenis simbol antar jenang satu dengan lainnya berbeda-beda mengingat ada beberapa jenis jenang yang terkenal di Pulau Jawa. Jenang sumsum berwarna putih, terbuat dari tepung (tepung beras) dengan kuah berwarna coklat bening yang terbuat dari gula Jawa (gula merah) yang dicairkan yang disebut juruh rasanya dominan manis. Biasanya jenang ini dibuat setelah selesai hajatan (pembubaran panitia misalnya). Dipercaya dengan mengkonsumsi jenang sumsum, rasa capek setelah hajatan akan segera hilang. (Nov)


© 2019 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • +62274 562150, +62274 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55244