
Yogyakarta, 3 Maret 2026 – Agenda Ramadhan di lingkungan BKD DIY kembali diisi dengan kajian ilmu ba’da Dhuhur. Pada kesempatan kali ini, Bapak Hadi Subena menyampaikan kultum bertema “Ikhlas yang Menentramkan Hati.”
Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa ikhlas merupakan salah satu akhlak mulia dalam Islam. Ikhlas berarti melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji, dihormati, atau memperoleh keuntungan pribadi.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Bayyinah ayat 5, yang menegaskan bahwa manusia diperintahkan untuk menyembah Allah dengan penuh keikhlasan, menegakkan salat, dan menunaikan zakat sebagai wujud agama yang lurus.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa keikhlasan tidak selalu mudah dipraktikkan, terutama ketika menghadapi ketidakadilan atau kurangnya apresiasi. Namun, ada beberapa cara untuk melatihnya, antara lain dengan memperbaiki niat sebelum beramal, tidak mengharapkan balasan dari manusia, menghindari riya, serta membiasakan diri untuk bersyukur dalam setiap keadaan.
Dalam konteks kepegawaian, nilai ikhlas memiliki relevansi yang sangat kuat. ASN dituntut untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab, namun lebih dari itu, pengabdian kepada masyarakat perlu dilandasi niat tulus sebagai bentuk ibadah. Implementasi Core Value BerAKHLAK pun sejatinya berakar pada keikhlasan—melayani dengan integritas, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan.
Ramadhan menjadi momentum refleksi bagi seluruh pegawai untuk menata kembali niat dalam bekerja. Dengan keikhlasan, tugas yang dijalankan tidak sekadar rutinitas administratif, tetapi menjadi bagian dari pengabdian yang bernilai spiritual.
Melalui kajian ini, diharapkan setiap ASN di lingkungan BKD DIY dapat terus memperkuat integritas dan menghadirkan ketenangan hati dalam menjalankan amanah pelayanan publik. Karena pada akhirnya, keikhlasanlah yang menjadikan pekerjaan lebih bermakna dan penuh keberkahan.

