Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

YOGYAKARTA – Rangkaian pelatihan Government Transformations Academy (GTA) bertema "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pemerintahan" resmi memasuki hari terakhir pada Kamis, 30 April 2026. Pelatihan hasil kolaborasi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan BPSDM Komdigi Yogyakarta ini ditutup dengan materi yang berfokus pada aspek kreatif dan presentasi publik.

Pada sesi pagi yang dipandu kembali oleh pengajar Novian Anata Putra, para peserta mengeksplorasi materi "AI for Image, Audio, and Video Generation". Dalam sesi ini, ASN Pemda DIY dilatih menggunakan perangkat kecerdasan buatan untuk menghasilkan konten visual dan audio yang menarik guna mendukung diseminasi informasi serta sosialisasi program pemerintah kepada masyarakat secara lebih modern. Sesi ini berlangsung intensif selama 5 Jam Pelajaran (JP) hingga tengah hari.

Memasuki sesi siang pukul 13.00 WIB, materi berlanjut pada "AI for Presentation and Decks". Di sini, peserta diajarkan cara menyusun paparan kerja dan desain presentasi secara cepat namun tetap profesional dengan bantuan asisten AI. Materi ini menjadi bekal krusial bagi ASN dalam mempermudah tugas pelaporan dan koordinasi antarperangkat daerah.

Puncak dari pelatihan ini adalah pelaksanaan Post Test pada pukul 15.15 WIB yang diselenggarakan langsung oleh pihak panitia. Evaluasi ini menjadi penentu utama kelulusan, di mana setiap peserta harus mencapai passing grade minimal 70 untuk dinyatakan kompeten dalam pemanfaatan AI di lingkungan birokrasi.

Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi penutupan resmi pada pukul 16.00 WIB. Melalui pelatihan selama tiga hari ini, diharapkan 35 ASN delegasi Pemda DIY dapat menjadi pelopor transformasi digital yang mampu mengintegrasikan AI demi pelayanan publik yang lebih efektif dan akuntabel.



Yogyakarta, 30 April 2026 — Pelatihan Government Transformation Academy (GTA): AI for Content Creation (AICC) yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara BKD DIY dan BPSDMP Komunikasi dan Digital Yogyakarta memasuki hari ketiga dengan fokus pada praktik lanjutan pembuatan konten digital berbasis Artificial Intelligence (AI).

Pada sesi ini, ASN Pemerintah Daerah DIY dibekali kemampuan teknis dalam pengeditan konten, optimasi konten, serta strategi publikasi di media sosial guna meningkatkan efektivitas komunikasi publik pemerintah.

Penguatan Keterampilan Editing Konten Berbasis AI

Materi hari ketiga diawali dengan pengenalan proses pengeditan konten menggunakan teknologi AI yang memungkinkan peningkatan efisiensi sekaligus kualitas hasil produksi.

Peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi editing video yang banyak digunakan, seperti:

  • CapCut
  • Kinemaster
  • Canva
  • InVideo

Dalam praktiknya, peserta mempelajari teknik dasar editing, mulai dari pemotongan video, penambahan teks, penggunaan efek dan transisi, hingga pengaturan audio untuk menghasilkan konten yang lebih menarik dan profesional.

Selain itu, pemanfaatan fitur berbasis AI seperti text-to-speech, pembuatan video otomatis, serta peningkatan kualitas gambar turut menjadi bagian penting dalam proses produksi konten digital.

Optimasi Konten untuk Meningkatkan Jangkauan dan Engagement

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya optimasi konten agar informasi yang disampaikan dapat menjangkau audiens secara lebih luas.

Optimasi konten memiliki beberapa manfaat utama, antara lain:

  • Meningkatkan visibilitas di mesin pencari (SEO)
  • Meningkatkan pengalaman pengguna (user experience)
  • Mendorong keterlibatan (engagement) audiens
  • Mendukung pencapaian tujuan komunikasi

Dalam sesi ini juga dijelaskan peran AI dalam optimasi konten, seperti:

  • Riset kata kunci secara cepat dan akurat
  • Analisis tren dan perilaku audiens
  • Peningkatan kualitas penulisan konten
  • Analisis performa konten berbasis data

Beberapa tools yang diperkenalkan antara lain:

  • Google Trends
  • BuzzSumo
  • ChatGPT

Peserta juga mempraktikkan penyusunan struktur konten yang efektif, meliputi hook, isi konten, call to action (CTA), serta penggunaan hashtag yang relevan untuk mendukung performa konten di media sosial.

Strategi Publikasi Konten di Media Sosial

Pada sesi terakhir, peserta mempelajari strategi publikasi konten di berbagai platform media sosial.

Disampaikan bahwa media sosial menjadi kanal utama dalam diseminasi informasi karena mampu menjangkau audiens secara luas dan interaktif. Oleh karena itu, konten yang dipublikasikan harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing platform.

Salah satu aspek penting yang dibahas adalah pembuatan thumbnail sebagai elemen visual utama yang menentukan ketertarikan audiens terhadap konten.

Thumbnail yang baik memiliki karakteristik:

  • Sederhana namun informatif
  • Menggunakan teks yang jelas dan mudah dibaca
  • Memiliki visual yang relevan dengan isi konten
  • Konsisten sebagai identitas visual akun

Peserta juga mempraktikkan pembuatan thumbnail menggunakan platform seperti Canva untuk menghasilkan tampilan konten yang lebih profesional dan menarik perhatian.

Penutup

Hari ketiga pelatihan GTA: AI for Content Creation menjadi tahap penting dalam mengintegrasikan seluruh materi yang telah dipelajari, mulai dari pembuatan hingga publikasi konten berbasis AI.

Melalui pelatihan ini, BKD DIY berharap ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY mampu meningkatkan kompetensi digital secara komprehensif, serta menghasilkan konten komunikasi publik yang lebih efektif, adaptif, dan berdampak.

Dengan berakhirnya rangkaian pelatihan selama tiga hari, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam mendukung transformasi digital pemerintahan, khususnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat secara lebih inovatif dan terpercaya.


Yogyakarta, 29 April 2026 — Pelaksanaan pelatihan Government Transformation Academy (GTA): AI for Content Creation (AICC) hasil kolaborasi antara BKD DIY dengan BPSDMP Komunikasi dan Digital Yogyakarta terus berlanjut memasuki hari kedua.

Pada sesi ini, ASN Pemerintah Daerah DIY mendapatkan pendalaman materi yang lebih aplikatif terkait pemanfaatan berbagai tools Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses produksi konten digital, mulai dari penulisan konten, desain grafis, pembuatan video, hingga produksi audio. Materi ini dirancang agar peserta mampu menerapkan alat bantu berbasis kecerdasan artifisial secara efektif dalam mendukung komunikasi publik instansi pemerintah.

Mengenal Beragam Tools AI untuk Penulisan Konten

Sesi pertama membahas pemanfaatan tools AI dalam penulisan konten. Peserta diperkenalkan dengan berbagai platform berbasis AI yang saat ini banyak digunakan, seperti OpenAI, Microsoft Copilot, Gemini, DeepSeek, dan Qwen. Materi menekankan bahwa masing-masing tools memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna.

Selain pengenalan tools, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya prompt engineering, yaitu teknik menyusun instruksi secara jelas dan terstruktur agar AI dapat menghasilkan output yang lebih relevan dan akurat.

Dalam praktiknya, peserta mempelajari berbagai framework penyusunan prompt seperti:

  • RISE (Role, Instruction, Steps, Example)
  • ROSES (Role, Objective, Steps, Example, Scope)
  • CARE (Context, Action, Response, Example)
  • SMART
  • PASTEL
  • DEEP

Framework tersebut menjadi bekal penting dalam menghasilkan konten yang sesuai kebutuhan komunikasi publik pemerintah.

Pemanfaatan AI dalam Desain Grafis

Pada sesi berikutnya, peserta mendalami penggunaan AI dalam desain grafis.

Disampaikan bahwa teknologi AI mampu mempercepat proses desain, mengurangi pekerjaan repetitif, serta memungkinkan siapa saja untuk menghasilkan aset visual profesional dengan lebih mudah.

Beberapa tools yang diperkenalkan antara lain:

  • Canva
  • Dreamina
  • Playground
  • Ideogram
  • Kling AI

Peserta juga mempraktikkan proses pembuatan gambar berbasis AI melalui penyusunan prompt visual yang detail agar menghasilkan desain yang sesuai dengan kebutuhan konten instansi.

Eksplorasi AI untuk Produksi Video

Materi hari kedua juga membahas pemanfaatan AI dalam produksi video.

Teknologi AI kini memungkinkan pembuatan video secara lebih cepat melalui fitur text-to-video maupun image-to-video, sehingga ide kreatif dapat diwujudkan tanpa memerlukan proses produksi konvensional yang kompleks.

Beberapa platform yang diperkenalkan meliputi:

  • Kling AI
  • Dreamina
  • Runway

Peserta mempelajari cara mengatur:

  • Deskripsi visual
  • Pergerakan kamera
  • Kecepatan gerak
  • Rasio video
  • Referensi gambar

Penguasaan aspek tersebut penting untuk menghasilkan video komunikasi publik yang menarik dan profesional.

Produksi Audio Berbasis AI

Selain visual, sesi hari kedua juga mengenalkan pemanfaatan AI untuk produksi audio.

Peserta diperkenalkan pada tools untuk:
Pembuatan musik

  • Suno
  • Riffusion AI

Voice over

  • ElevenLabs
  • Clipchamp

Transkripsi

  • Descript
  • TurboScribe

Materi ini memberikan wawasan bahwa proses produksi audio kini dapat dilakukan lebih cepat dan efisien dengan tetap menjaga kualitas hasil akhir.

Mendorong ASN Lebih Adaptif dan Kreatif

Hari kedua pelatihan menekankan bahwa penguasaan tools AI bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan bagian dari transformasi cara kerja ASN dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dengan pemanfaatan AI yang tepat, ASN diharapkan mampu menghasilkan konten komunikasi publik yang lebih kreatif, efektif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi digital.

Penutup

Melalui pelatihan ini, BKD DIY bersama BPSDMP Komunikasi dan Digital Yogyakarta terus mendorong peningkatan literasi digital ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Hari kedua menjadi momentum penting bagi peserta untuk mulai mengintegrasikan pemanfaatan AI ke dalam proses produksi konten, sebagai bagian dari upaya mewujudkan komunikasi publik pemerintahan yang lebih inovatif dan adaptif di era digital.


YOGYAKARTA – Memasuki hari ketiga, Rabu, 29 April 2026, peserta pelatihan Government Transformations Academy (GTA) di lingkungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mendalami pemanfaatan kecerdasan buatan untuk efisiensi administrasi dan riset. Pelatihan yang berlangsung di Ruang Sekar Jagad, BKD DIY ini terus mendorong para ASN untuk mengadopsi teknologi AI guna mempercepat alur kerja pemerintahan.

Sesi pagi yang dimulai pukul 08.00 WIB dibuka dengan materi "Penerapan AI: AI for Writing and Editing". Dalam sesi selama 3 Jam Pelajaran (JP) ini, para peserta dibimbing untuk menggunakan asisten AI dalam menyusun naskah dinas, menyunting laporan, hingga merumuskan narasi kebijakan secara lebih terstruktur dan cepat.

Setelah jeda istirahat singkat, materi berlanjut pada pukul 10.30 WIB dengan topik "Penerapan AI: AI for Transcription Apps and Meeting". Materi ini dirancang untuk menjawab tantangan administratif dalam pendokumentasian rapat. Para peserta mempraktikkan penggunaan aplikasi transkripsi otomatis berbasis AI yang mampu mengubah rekaman suara rapat menjadi notulensi tertulis secara real-time, sehingga meningkatkan akurasi dan kecepatan distribusi informasi hasil rapat.

Sesi siang yang dimulai pukul 13.00 WIB didedikasikan untuk "Penerapan AI: AI for Research". Di bawah bimbingan pengajar Novian Anata Putra dari BPSDM Komdigi Yogyakarta, para ASN diajarkan teknik melakukan riset data publik, merangkum dokumen kebijakan yang tebal, serta mencari referensi pendukung keputusan menggunakan alat pencarian berbasis AI.

Seluruh kegiatan hari ketiga ini tetap mengedepankan praktik langsung menggunakan perangkat masing-masing. Pemanfaatan AI di bidang penulisan dan riset ini diharapkan dapat memangkas waktu birokrasi dan meningkatkan kualitas dokumen pemerintahan di lingkungan Pemda DIY.


YOGYAKARTA – Memasuki hari kedua pelaksanaan Government Transformations Academy (GTA), Selasa (28/4/2026), para peserta pelatihan "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pemerintahan" mulai mendalami materi teknis yang lebih aplikatif. Pelatihan yang merupakan hasil kerja sama strategis antara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Yogyakarta ini menghadirkan Novian Anata Putra sebagai pengajar utama. Pada sesi pagi yang dimulai pukul 08.00 WIB, Novian Anata Putra memaparkan materi mengenai "Penerapan AI: AI Chatbots". Dalam sesi ini, para ASN diajak untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi chatbot dapat diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi komunikasi internal maupun pelayanan publik di instansi masing-masing. Materi ini berlangsung intensif hingga jeda istirahat siang, mencakup total 5 Jam Pelajaran (JP).

Memasuki sesi siang, fokus pelatihan berlanjut pada pemanfaatan "AI for Task Management and Scheduling". Materi ini dirancang khusus untuk membantu ASN dalam mengelola beban kerja dan penjadwalan secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan, sehingga proses administrasi di lingkungan Pemda DIY dapat berjalan lebih sistematis dan cepat.

Seluruh peserta wajib mengikuti sesi ini dengan membawa perangkat laptop pribadi untuk simulasi langsung di Ruang Sekar Jagad, BKD DIY. Kehadiran dan partisipasi aktif dalam praktik mandiri hari ini menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akumulatif kelulusan peserta.

Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak ASN yang tidak hanya memahami teori AI, namun juga cakap mengoperasikan perangkat-perangkat digital mutakhir untuk mendukung transformasi birokrasi di Yogyakarta.


Yogyakarta, 28 April 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang transformasi digital, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan BPSDMP Komunikasi dan Digital Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan Government Transformation Academy (GTA): AI for Content Creation (AICC).

Pelatihan ini diikuti oleh ASN Pemerintah Daerah DIY dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna mendukung pembuatan konten komunikasi publik yang informatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Fokus Hari Pertama: Pengenalan AI dalam Dunia Kreatif

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar Artificial Intelligence (AI) serta penerapannya dalam dunia kreatif dan komunikasi publik. AI didefinisikan sebagai teknologi yang memungkinkan sistem komputer melakukan tugas yang umumnya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa, mengambil keputusan, dan menghasilkan konten digital.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Generative AI, yaitu teknologi yang mampu menghasilkan berbagai bentuk konten seperti teks, gambar, audio, dan video berdasarkan perintah pengguna.

Pemanfaatan AI dalam Komunikasi Publik

Dalam sesi pembelajaran, disampaikan bahwa pemanfaatan AI dalam komunikasi publik memiliki peran strategis, antara lain:

  • Penggunaan chatbot dan asisten virtual untuk pelayanan publik
  • Analisis opini masyarakat berbasis data
  • Otomatisasi pembuatan konten
  • Penerjemahan dan transkripsi otomatis
  • Deteksi informasi palsu (hoaks)

Pemanfaatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan akurat.

Peluang dan Tantangan Penggunaan AI

Teknologi AI memberikan berbagai peluang dalam meningkatkan produktivitas serta mendorong inovasi di berbagai sektor. Namun demikian, penggunaannya juga memiliki tantangan, antara lain potensi ketergantungan berlebihan, risiko bias data, isu plagiarisme, serta keterbatasan transparansi algoritma.

Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif agar pemanfaatan AI dapat dilakukan secara optimal dan bertanggung jawab.

Pentingnya Etika dalam Pemanfaatan AI

Pelatihan ini juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI, khususnya dalam pembuatan konten publik. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan meliputi transparansi, akuntabilitas, perlindungan data pribadi, inklusivitas, serta kredibilitas informasi yang disampaikan.

Penerapan etika tersebut bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disampaikan oleh instansi pemerintah.

Perencanaan Konten Berbasis AI

Selain pemahaman konsep, peserta juga dibekali dengan dasar perencanaan konten yang meliputi:

  1. Riset dan analisis target audiens
  2. Penentuan tujuan dan indikator kinerja (KPI) konten
  3. Riset tren dan pengembangan ide konten
  4. Pemilihan tools AI yang sesuai
  5. Penentuan platform distribusi konten

Perencanaan tersebut menjadi langkah penting dalam menghasilkan konten yang efektif, tepat sasaran, dan berdampak.

Penutup

Melalui pelatihan ini, BKD DIY berharap ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY mampu meningkatkan kompetensi digital, khususnya dalam pemanfaatan AI untuk mendukung komunikasi publik.

Hari pertama pelatihan menjadi landasan penting bagi peserta sebelum memasuki tahap praktik pembuatan konten berbasis AI pada sesi selanjutnya.


Yogyakarta, 28 April 2026 -- Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) KORPRI VIII Tingkat Nasional tahun 2026 yang direncanakan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 23–30 Agustus 2026, kembali menegaskan komitmen ASN untuk tidak hanya berkinerja secara fisik, tetapi juga unggul secara spiritual. Pelaksanaan MTQ KORPRI mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh.”

MTQ KORPRI merupakan upaya meningkatkan pemahaman, nilai Al-Qur’an, dan memperkuat syiar Islam dan ukhuwah para ASN. Kegiatan ini merupakan pembinaan mental spiritual agar ASN mampu menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik secara profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.

MTQ KORPRI terus berkembang dengan partisipasi yang semakin luas. Kegiatan ini telah dilaksanakan di berbagai daerah, antara lain Makassar (2012), Banda Aceh (2014), Samarinda (2016), Jakarta (2018), penyelenggaraan virtual dari Jakarta (2020), Kendari (2021), Padang (2022), serta MTQ VII tahun 2024 di Palangkaraya yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia.

MTQ VIII tahun 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Pangkajene sebagai tuan rumah bersama.

Kegiatan direncanakan berlangsung di Makassar dan wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Pada pelaksanaan kali ini, MTQ VIII akan mempertandingkan 12 cabang lomba dengan 36 golongan, termasuk penambahan empat cabang baru dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tartil, hafalan Al-Qur’an, kaligrafi termasuk digital, dakwah, azan, khutbah Jumat, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga hafalan hadis.

Kesehatan Rohani: Fondasi ASN Berintegritas

Kesehatan rohani merupakan pilar utama dalam membentuk ASN yang berintegritas dan berakhlak mulia. Dalam konteks pelayanan publik, jiwa yang sehat—yang didasarkan pada ketakwaan—akan menghasilkan pelayanan yang humanis, adil, dan berkeadaban. MTQ KORPRI menjadi momentum krusial untuk kembali mendekatkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari maupun profesional para ASN. 

Gerakan Moral di Tengah Era Modernisasi

MTQ KORPRI 2026 menonjolkan fungsi sebagai gerakan moral dan spiritual. ASN dituntut untuk tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki benteng spiritual yang kuat agar terhindar dari praktik-praktik yang melanggar hukum, seperti korupsi, serta meningkatkan dedikasi kepada bangsa dan negara. Melalui bacaan, hafalan, dan pemahaman Al-Qur'an, ASN diharapkan memiliki ketenangan jiwa dan komitmen moral yang lebih tinggi. 

MTQ KORPRI 2026: Ajang Prestasi dan Silaturahmi

Penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI di Makassar ini merupakan wujud istiqomah KORPRI dalam membina spiritualitas anggotanya. Rangkaian acara ini juga dibarengi dengan berbagai kegiatan positif lainnya, seperti seminar nasional, guna menggali dan memahami nilai-nilai Al-Qur'an di tengah tantangan zaman, termasuk di era post-truth. 

Keterlibatan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dari tingkat daerah seperti pada MTQ Korpri 2026 yang mempertandingkan 6 cabang dan 8 golongan lomba, menunjukkan antusiasme tinggi ASN untuk menjadi insan yang bertaqwa. 

Partisipasi KORPRI DIY

Dalam rangka MTQ KORPRI VIII, KORPRI DIY berkolaborasi dari kabupaten/kota rencanannya akan mengikuti kontingen untuk beberapa cabang yakni: Khotbah jumat, tartil putra putri, ⁠tilawah putri dan ⁠hafalan juz 30 putra. Hingga saat ini kontingen MTQ KORPRI DIY masih berada dalam masa seleksi untuk menentukan perwakilan terbaik."

Kesimpulan

Melalui MTQ KORPRI 2026, diharapkan terwujud ASN yang sehat secara rohani, solid dalam persatuan, dan berdedikasi tinggi dalam pelayanan publik. MTQ ini merupakan bukti bahwa kesehatan rohani adalah kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas tinggi demi mewujudkan Indonesia yang tangguh. 


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243