Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

Yogyakarta, 12 Mei 2026 — Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima dan tata kelola pemerintahan yang bersih, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan Pencanangan Zona Integritas di lingkungan Dinas Kesehatan DIY. Kegiatan tersebut diisi dengan sesi sharing implementasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah berhasil memperoleh predikat WBK dan pernah mengikuti seleksi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), BKD DIY membagikan pengalaman, strategi, serta praktik baik dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam paparannya, BKD DIY menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi, tetapi juga membutuhkan komitmen kuat dari seluruh jajaran organisasi. Budaya kerja yang transparan, disiplin, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik.

Kegiatan pencanangan ini menjadi langkah awal sekaligus bentuk komitmen bersama untuk memperkuat integritas, profesionalisme, transparansi, serta kualitas pelayanan di lingkungan Dinas Kesehatan DIY. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai semakin memahami pentingnya pembangunan budaya anti korupsi dan peningkatan kualitas birokrasi yang melayani.

Selain BKD DIY, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi Setda DIY dan Inspektorat DIY yang turut memberikan pemaparan terkait penguatan reformasi birokrasi, pengawasan internal, serta implementasi tata kelola pemerintahan yang baik.

Semangat pembangunan Zona Integritas diharapkan terus tumbuh dan memberikan dampak positif dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.



 Yogyakarta, 7 Mei 2026 -- Upaya meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) terus menjadi perhatian pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa Yogyakarta pada 7 Mei 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Gurdo, membahas strategi pengembangan kompetensi ASN sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ketua Komisi A Sidoarjo, Rizza Ali Faizin mengatakan keinginanya untuk belajar kepada Pemda DIY dalam melakukan pengembangan kapasitas ASB. Sementara dalam pemaparannya, Aris Widaryanto, Kepala Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai, mengatakan keterisian pegawai di Pemda DIY tahun 2025 baru mencapai 42% (terdapat 58% kekosongan formasi), sehingga berdampak pada meningkatnya intensitas dan cakupan beban kerja bagi setiap personel yang ada. Ditambahkannya, menurut UU ASN, PNS wajib memenuhi pengembangan kompetensi minimal 20 Jam Pelajaran (JP) per tahun, dan PPPK maksimal 24 JP per tahun. Sedangkan terkait kesenjangan kinerja, 10.414 pegawai memiliki kinerja baik atau sangat baik, namun terdapat 18 pegawai mengalami kesenjangan kinerja, butuh perbaikan hingga sangat kurang. Aris juga menjelaskan 48% pegawai pada jabatan manajerial memiliki tingkat kesenjangan kompetensi yang tinggi. Dikatakannya juga, terkait rencana pengembangan terdiri atas 2 hal, yaitu Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosial Kultural. Menurutnya, Kompetensi Manajerial meliputi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, Pelatihan Kepemimpinan Administrator/PKA, Pelatihan Kepemimpinan Pengawas/PKP, Diklat Kader untuk rencana suksesi. Sedangkan terkait Kompetensi Sosial Kultural Difokuskan untuk menciptakan lingkungan kerja yang adaptif dan menerima kemajemukan dan Program utamanya meliputi Pelatihan Internalisasi Keistimewaan DIY (berbagai tingkat), Pelatihan Ideologi Pancasila & Wawasan Kebangsaan, serta Sosial Kultural berjenjang.

Menurut Ketua Komisi A DPRD, Rizza Ali Faizin, pertemuan tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah strategis yang telah  dilakukan oleh  BKD DIY dalam membangun sistem pengembangan ASN yang terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, pengalaman DIY dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan pengembangan ASN di Kabupaten Sidoarjo.

Pengembangan kompetensi ASN menjadi investasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan akuntabel. Dengan ASN yang unggul dan berdaya saing, kualitas pelayanan publik di daerah diharapkan terus meningkat seiring perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat

 


Yogyakarta, 6 Mei 2026 -- Perlombaan olahraga KORPRI merupakan bagian penting dari upaya membangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sehat jasmani, kuat mental, dan solid dalam kebersamaan. Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi fisik untuk ASN yang bertujuan meningkatkan kebugaran, kekompakan dan jiwa korsa. Dalam konteks pembinaan ASN, olahraga memiliki peran strategis. Aktivitas fisik yang rutin tidak hanya meningkatkan kebugaran tubuh, tetapi juga berdampak pada produktivitas kerja, disiplin, serta kemampuan bekerja dalam tim. Oleh karena itu, berbagai perlombaan olahraga antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diselenggarakan di tingkat daerah menjadi bagian dari proses seleksi sekaligus pembinaan atlet KORPRI menuju ajang nasional.

Pornas KORPRI XVIII 2027 di Lampung menjadi arena yang mempertemukan ASN terbaik dari seluruh Indonesia dalam berbagai cabang olahraga, seperti atletik, bulu tangkis, tenis meja, bola voli, futsal, hingga olahraga tradisional. Lebih dari sekadar perebutan medali, kegiatan ini menjadi sarana mempererat persatuan, meningkatkan sportivitas, serta memperkuat semangat korps di antara ASN lintas daerah.

Nilai-nilai yang terkandung dalam perlombaan olahraga—seperti disiplin, kerja keras, kejujuran, dan sportivitas—merupakan cerminan karakter ASN yang profesional. Kompetisi yang sehat akan mendorong semangat berprestasi tanpa mengabaikan etika dan integritas sebagai abdi negara.

Menyusul ditetapkannya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) XVIII KORPRI tahun 2027, Dewan Pengurus KORPRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai merancang langkah strategis. Keikutsertaan dalam ajang tertinggi olahraga ASN ini menjadi agenda penting untuk menjaga kebugaran, mempererat solidaritas, serta meningkatkan prestasi olahraga anggota KORPRI di lingkungan Pemda DIY.

Penunjukan Lampung sebagai tuan rumah diumumkan secara resmi pada penutupan PORNAS XVII KORPRI 2025 di Palembang, menandai dimulainya siklus persiapan baru bagi seluruh kontingen daerah, termasuk DIY.

Kontingen DIY menurunkan atlet di cabang olahraga unggulan seperti tenis, bola basket, bulu tangkis, dan balap sepeda.

Persiapan menuju Lampung 2027 akan difokuskan pada:

Fokus pada Cabang Olahraga Unggulan

Berdasarkan tren cabang olahraga yang dipertandingkan, DIY akan memprioritaskan persiapan pada cabor yang berpotensi menyumbang medali. "Korpri bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga korps yang menyatukan seluruh ASN. Dengan olahraga, kita berharap solidaritas dan persaudaraan semakin kuat," sebagaimana disampaikan dalam semangat kebersamaan KORPRI, yang menjadi fokus utama dalam setiap PORNAS. Di tahun 2026 ini, KORPRI DIY menggelar kompetisi antar OPD dalam rangka menjaying atlet-atlet, dilanjutkan dengan kompetisi antar kabupaten/kota di ajang PORPRIDA.

Sinergi dan Komitmen Tuan Rumah Lampung

Di sisi lain, Pemprov Lampung selaku tuan rumah telah menyatakan komitmennya untuk menyelenggarakan PORNAS XVIII 2027 dengan apik, dengan fokus pada sarana prasarana olahraga dan pelibatan UMKM. Kesiapan Lampung, termasuk rencana pemusatan pertandingan di Bandar Lampung, menjadi motivasi tambahan bagi kontingen KORPRI DIY untuk mempersiapkan diri lebih awal dan maksimal.

Harapan bagi Kontingen DIY

Dengan persiapan yang lebih matang, diharapkan KORPRI DIY dapat meraih hasil yang lebih baik pada PORNAS XVIII 2027 di Lampung, serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kebugaran dan profesionalisme ASN di DIY.

 


Yogyakarta,4 Mei 2026 -- Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) KORPRI VIII Tingkat Nasional tahun 2026 yang direncanakan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 23–30 Agustus 2026, kembali menegaskan komitmen ASN untuk tidak hanya berkinerja secara fisik, tetapi juga unggul secara spiritual. Pelaksanaan MTQ KORPRI mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh.”

MTQ KORPRI merupakan upaya meningkatkan pemahaman, nilai Al-Qur’an, dan memperkuat syiar Islam dan ukhuwah para ASN. Kegiatan ini merupakan pembinaan mental spiritual agar ASN mampu menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik secara profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.

MTQ KORPRI terus berkembang dengan partisipasi yang semakin luas. Kegiatan ini telah dilaksanakan di berbagai daerah, antara lain Makassar (2012), Banda Aceh (2014), Samarinda (2016), Jakarta (2018), penyelenggaraan virtual dari Jakarta (2020), Kendari (2021), Padang (2022), serta MTQ VII tahun 2024 di Palangkaraya yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia.

MTQ VIII tahun 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Pangkajene sebagai tuan rumah bersama.

Kegiatan direncanakan berlangsung di Makassar dan wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Pada pelaksanaan kali ini, MTQ VIII akan mempertandingkan 12 cabang lomba dengan 36 golongan, termasuk penambahan empat cabang baru dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tartil, hafalan Al-Qur’an, kaligrafi termasuk digital, dakwah, azan, khutbah Jumat, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga hafalan hadis.

Kesehatan Rohani: Fondasi ASN Berintegritas

Kesehatan rohani merupakan pilar utama dalam membentuk ASN yang berintegritas dan berakhlak mulia. Dalam konteks pelayanan publik, jiwa yang sehat—yang didasarkan pada ketakwaan—akan menghasilkan pelayanan yang humanis, adil, dan berkeadaban. MTQ KORPRI menjadi momentum krusial untuk kembali mendekatkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari maupun profesional para ASN. 

Gerakan Moral di Tengah Era Modernisasi

MTQ KORPRI 2026 menonjolkan fungsi sebagai gerakan moral dan spiritual. ASN dituntut untuk tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki benteng spiritual yang kuat agar terhindar dari praktik-praktik yang melanggar hukum, seperti korupsi, serta meningkatkan dedikasi kepada bangsa dan negara. Melalui bacaan, hafalan, dan pemahaman Al-Qur'an, ASN diharapkan memiliki ketenangan jiwa dan komitmen moral yang lebih tinggi. 

MTQ KORPRI 2026: Ajang Prestasi dan Silaturahmi

Penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI di Makassar ini merupakan wujud istiqomah KORPRI dalam membina spiritualitas anggotanya. Rangkaian acara ini juga dibarengi dengan berbagai kegiatan positif lainnya, seperti seminar nasional, guna menggali dan memahami nilai-nilai Al-Qur'an di tengah tantangan zaman, termasuk di era post-truth. 

Keterlibatan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dari tingkat daerah seperti pada MTQ Korpri 2026 yang mempertandingkan 6 cabang dan 8 golongan lomba, menunjukkan antusiasme tinggi ASN untuk menjadi insan yang bertaqwa. 

 

Partisipasi KORPRI DIY

Dalam rangka MTQ KORPRI VIII, KORPRI DIY bekerja sama dengan kabupaten/kota berencana mengirimkan kontingen untuk mengikuti 4 (empat) cabang lomba, yaitu Khotbah Jumat, Tartil Putra dan Putri, Tilawah Putri, serta Hafalan Juz 30 Putra dan Putri.

Melalui MTQ KORPRI 2026, diharapkan terwujud ASN yang sehat secara rohani, solid dalam persatuan, dan berdedikasi tinggi dalam pelayanan publik. MTQ ini merupakan bukti bahwa kesehatan rohani adalah kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas tinggi demi mewujudkan Indonesia yang tangguh. 

 


YOGYAKARTA – Dalam rangka mendorong transformasi digital yang bersih, kompeten, dan adaptif di lingkungan pemerintahan, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kelautan dan Perikanan DIY mengundang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum untuk bergabung dalam Webinar Literasi Digital bertajuk "Cerdas Pakai AI: Produktif, Etis, dan Sesuai Regulasi".

Di era digital saat ini, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bukan lagi sekadar tren, melainkan sudah menjadi kebutuhan untuk menunjang efisiensi kerja. Namun, sudahkah kita menggunakannya dengan bijak, aman, dan sesuai aturan? Webinar ini akan mengupas tuntas strategi pemanfaatan AI yang produktif tanpa mengabaikan aspek hukum, mitigasi risiko, serta etika komunikasi publik

ari tingkatkan wawasan (upgrade insight) Anda bersama para narasumber ahli di bidangnya:

Narasumber & Topik Utama

  • Keynote Speaker: R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T. (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY).

  • Narasumber I: Siwi Sari Prasastiwi, S.H., MPA, MPS Topik: Pemanfaatan AI dalam Perspektif Hukum: Etika, Risiko, dan Kepatuhan Regulasi.

  • Narasumber II: Minni Gunawan Topik: Etika Komunikasi Publik: Profesionalisme ASN di Era Digital.

Jadwal dan Detail Pelaksanaan

Bagi rekan-rekan ASN dan publik yang ingin berpartisipasi, silakan catat jadwal pelaksanaan berikut:

  • Hari / Tanggal: Rabu, 6 Mei 2026

  • Waktu: 08.30 WIB – Selesai

  • Media Akses:

    • Zoom Meeting (Meeting ID: 939 642 6689 | Passcode: DKPDIY)

    • Live Streaming: Kanal YouTube Dislautkan DIY

  • Fasilitas Peserta: Tersedia E-Sertifikat dan Softfile Materi Resmi.

Pendaftaran & Akses Tautan

Akses pendaftaran dan informasi selengkapnya dapat diakses melalui tautan resmi KAWEDAR di bawah ini:

👉 linktr.ee/DislautkanDIY_WebinarCerdasAI


Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sekaligus merefleksikan makna pendidikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar kegiatan belajar di ruang kelas, pendidikan adalah proses panjang yang membentuk cara berpikir, karakter, dan kualitas manusia dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Hari Pendidikan Nasional memiliki makna yang sangat relevan. Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, setiap ASN dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensinya agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kemajuan pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru, sekolah, atau pemerintah semata. Pendidikan tumbuh dari kolaborasi seluruh elemen bangsa. Keluarga menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan, sekolah mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, sementara lingkungan sosial membentuk kepekaan serta karakter seseorang.

Dalam konteks pemerintahan, ASN memiliki peran penting sebagai bagian dari ekosistem pembangunan sumber daya manusia. Setiap kebijakan, program, maupun pelayanan yang diberikan pada akhirnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan.

Oleh karena itu, mendukung pendidikan berarti juga mendukung masa depan bangsa.

Perubahan teknologi, digitalisasi layanan publik, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat menuntut ASN untuk tidak berhenti mengembangkan diri. Pengetahuan yang relevan hari ini bisa jadi perlu diperbarui beberapa tahun ke depan. Karena itu, semangat belajar sepanjang hayat menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

Belajar tidak selalu berarti mengikuti pendidikan formal. Membaca, mengikuti pelatihan, berbagi pengalaman dengan rekan kerja, hingga mempelajari inovasi dari instansi lain merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dapat memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas kerja.

ASN yang memiliki semangat belajar akan lebih siap menghadapi perubahan, lebih terbuka terhadap inovasi, dan lebih mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Esensi pendidikan sesungguhnya bukan hanya menghasilkan individu yang cerdas, tetapi juga manusia yang memiliki empati, integritas, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam pelaksanaan tugas ASN.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan yang cepat dan tepat, tetapi juga pelayanan yang humanis. Kemampuan mendengarkan, memahami kebutuhan masyarakat, serta memberikan pelayanan dengan sikap yang ramah dan profesional merupakan wujud nyata dari pendidikan karakter yang baik.

Ketika ASN mampu menggabungkan kompetensi dengan empati, kehadiran pemerintah akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita bahwa setiap proses belajar, sekecil apa pun, memiliki arti penting bagi kemajuan bangsa. Setiap pengetahuan baru yang diperoleh, setiap keterampilan yang diasah, dan setiap pengalaman yang dibagikan akan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Sebagai ASN, semangat untuk terus belajar bukan hanya investasi bagi pengembangan diri, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada masyarakat yang dilayani. Dengan kompetensi yang terus meningkat, pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, inovatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional hendaknya menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kesadaran bahwa belajar adalah perjalanan seumur hidup. Di mana pun posisi dan peran kita, selalu ada ruang untuk bertumbuh, memperbaiki diri, dan memberikan kontribusi yang lebih baik.

Melalui semangat pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan, ASN dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan birokrasi yang profesional sekaligus dekat dengan masyarakat. Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusia yang terus belajar dan mau bertumbuh bersama.

 


Yogyakarta — Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) Triwulan I Tahun 2026 pada Kamis (30/4/2026) di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Pemda DIY. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam mengevaluasi capaian pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi antarperangkat daerah di lingkungan Pemda DIY.

Rakordal Triwulan I Tahun 2026 dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah, pejabat struktural, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program pembangunan di DIY. Dalam forum tersebut dilakukan pemaparan terkait progres pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan selama triwulan pertama tahun 2026, termasuk berbagai tantangan dan strategi percepatan pencapaian target pembangunan daerah.

Bertepatan dengan penyelenggaraan Rakordal tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY menerima Penghargaan Inovasi Terbaik II Tahun 2025 Kategori Digital di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.  Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan piagam penghargan kepada Bapak Poniran selaku perwakilan BKD DIY yang meruppakan sekretaris BKD DIY.  Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BKD DIY dalam menghadirkan inovasi digital yang mendukung peningkatan kualitas layanan kepegawaian dan tata kelola pemerintahan.

Capaian ini menjadi wujud nyata transformasi digital yang terus dilakukan BKD DIY dalam mendukung birokrasi yang adaptif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik. Inovasi digital yang dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat pelayanan, serta memperkuat akuntabilitas dalam manajemen kepegawaian.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi BKD DIY untuk terus menghadirkan berbagai terobosan inovatif yang memberikan manfaat bagi ASN maupun masyarakat luas. Ke depan, BKD DIY berkomitmen untuk terus mendukung transformasi birokrasi digital sejalan dengan visi Pemerintah Daerah DIY dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berdaya saing.


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243