Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

\

Di tengah hiruk-pikuk pengabdian dan rutinitas duniawi, tiba saatnya kita sejenak berhenti untuk menyelami kedalaman jiwa. Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 menjadi momentum sakral bagi umat Hindu untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian: Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelunganan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).

Nyepi mengajarkan kita tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan diri dengan baik. Inilah saat bagi kita untuk mengendalikan hawa nafsu, menggunakan waktu untuk introspeksi, serta menjauhi perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun sesama.

Keluarga Besar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY mengucapkan:

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 & Selamat Tahun Baru Saka 2026 🙏

Semoga kedamaian dan kesucian pikiran senantiasa menyertai kita semua dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

Dumogi Santhi lan Jagadhita.



YOGYAKARTA – Tradisi mudik menyambut Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang paling dinanti untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, perjalanan jauh di tengah lonjakan arus lalu lintas memerlukan persiapan yang ekstra agar tetap aman dan nyaman.

Bagi para pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah DIY maupun masyarakat umum, BKD DIY merangkum beberapa tips penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan mudik:

1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

Sebelum berangkat, lakukan pengecekan menyeluruh pada kendaraan pribadi Anda. Pastikan komponen vital seperti rem, ban, lampu, oli, dan air radiator berfungsi dengan baik. Jika menggunakan transportasi umum, pastikan Anda telah memiliki tiket resmi dan memantau jadwal keberangkatan agar tidak terburu-buru.

2. Menjaga Stamina dan Kesehatan Fisik

Perjalanan panjang menuntut konsentrasi tinggi. Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup sebelum berangkat. Jangan memaksakan diri menyetir saat merasa kantuk; manfaatkan fasilitas Rest Area untuk beristirahat sejenak setiap 4 jam sekali. Siapkan pula obat-obatan pribadi di dalam tas yang mudah dijangkau.

3. Atur Keamanan Rumah yang Ditinggalkan

Keamanan rumah menjadi hal yang krusial saat ditinggal mudik. Pastikan:

  • Semua pintu dan jendela terkunci rapat.

  • Aliran listrik yang tidak diperlukan dipadamkan dan regulator gas dilepas.

  • Lapor kepada petugas keamanan setempat atau tetangga terdekat bahwa rumah dalam keadaan kosong.

4. Kelola Barang Bawaan dan Logistik

Membawa barang berlebihan tidak hanya merepotkan tetapi juga bisa membahayakan keseimbangan kendaraan. Susun barang dengan rapi dan pastikan logistik seperti makanan ringan serta air minum tersedia di dalam kabin untuk mengantisipasi kemacetan panjang.

5. Pantau Arus Lalu Lintas secara Berkala

Gunakan aplikasi navigasi atau pantau akun media sosial resmi pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengetahui titik-titik kemacetan atau pengalihan arus. Memilih waktu keberangkatan di luar jam puncak (H-3 atau H-2) juga dapat membantu mengurangi risiko terjebak macet total.

6. Tetap Bijak dalam Bermedia Sosial

Bagi para ASN, diingatkan untuk tetap menjaga profesionalisme selama masa cuti bersama. Hindari mengunggah informasi pribadi yang terlalu detail mengenai lokasi rumah yang kosong di media sosial demi menjaga keamanan.

Keluarga Besar Badan Kepegawaian Daerah DIY mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan selamat menyongsong hari kemenangan. Semoga perjalanan mudik Bapak/Ibu sekalian berjalan lancar hingga sampai di tujuan dengan selamat.

“Utamakan Keselamatan, Karena Keluarga Menanti di Rumah.”


YOGYAKARTA – Sejarah adeging Nagari NgayogyĂ„kartĂ„ Hadiningrat boten saged uwal saking saking lelampahan PangĂ©ran Mangkubumi nalikĂ„ ngupadi kaadilan ing bumi Mataram. Prekawis punikĂ„ kawiwitan saking pasulayan antawisipun PangĂ©ran Mangkubumi kaliyan Susuhunan PakubuwĂ„nĂ„ II sarta pihak V.O.C.

Wosing Perkawis

Wonten sawatara bab ingkang dados jalari punika, antawisipun inggih punikÄ:

  • GĂšsĂšhing rembag ngenani tĂ„tĂ„ rakiting sĂ©wan siti ing laladan pasisiran.

  • Boten dipunparingaken bebĂ„nĂ„ (hadiah) sayembĂ„rĂ„ nalikĂ„ PangĂ©ran Mangkubumi kasil numpes kramanipun Tumenggung MartĂ„purĂ„ ing SukĂ„wati.

  • Wontenipun cawĂ©-cawĂ© utawi campur tangan V.O.C. ing njeroning urusan karaton Mataram.

Amargi kawontenan punikÄ, ing warsÄ 1746 Pangéran Mangkubumi milih jengkar saking karaton kanggé nindakaken perlawanan dhumateng Sunan PakubuwÄnÄ II lan V.O.C.. NalikÄ sasi DésÚmber 1749, Pangéran Mangkubumi dipunjumenengaken minÄngkÄ ratu Mataram kanthi jejuluk Sunan Kabanaran wonten ing Kabanaran.

Prajanjan Giyanti lan Jatisari

Amargi tansÄyÄ kalindhih dening wadyÄ bÄlÄ Kabanaran, pihak V.O.C. lan Sunan PakubuwÄnÄ III pungkasanipun kersÄ ngadani bedhamÚn utawi perdamaian. BedhamÚn punikÄ dipunwujudaken lumantar Prajanjan Giyanti ing dinten Kemis Kliwon, 13 FÚbruwari 1755. Ing dinten punikÄ, Sunan Kabanaran resmi ajejuluk Sri Sultan Hamengku BuwÄnÄ I.

Kalih dinten sasampunipun, inggih punikÄ 15 FÚbruwari 1755, dipunadani malih parepatan ing Jatisari kanggé nemtokaken tapal wates nagari sarta watesing kabudayan antawisipun Surakarta lan Ngayogyakarta.

Lairipun Nagari NgayogyÄkartÄ

Sri Sultan Hamengku BuwÄnÄ I lajeng mratelakaken kepyakan adeging Nagari NgayogyÄkartÄ Hadiningrat ing dinten Kemis Pon, 13 Maret 1755. Dene pambangunan fisik karaton piyambak dipunwiwiti kanthi mbabad wana Beringan ing tanggal 9 Oktober 1755. Sasampunipun wangunan karaton paripurna, Sri Sultan Hamengku BuwÄnÄ I nembe nglenggahi karaton énggal kasebat ing dinten Kemis Pahing, 7 Oktober 1756.

Kanthi dhasar sujarah kasebat, saben suryÄ kaping 13 Maret dipunpÚngeti minÄngkÄ dinten pÚngetan adeging Daerah Istimewa Yogyakarta. PÚngetan punikÄ boten namung seremonial, nanging ugi kanggé ngenang malih woh pambudidÄyÄning Pangéran Mangkubumi ingkang sampun mbrastha adil ing bumi Mataram.


YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pemerintah Daerah DIY menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang dikhususkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Mengusung semangat kebersamaan dan inovasi, agenda ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai dari 11 Februari hingga 10 April 2026.

Rangkaian acara ini tidak hanya berfokus pada perlombaan tradisional, tetapi juga menyentuh aspek gaya hidup, literasi digital, hingga aksi sosial. Berikut adalah poin-poin utama kegiatan yang akan memeriahkan peringatan tahun ini:

Lomba Kreativitas dan Budaya

Beberapa kompetisi menarik telah disiapkan untuk mengasah bakat para ASN, di antaranya:

  • Prama Kridhapraja: Lomba kebersihan dan keindahan OPD.

  • Anggita Swara Yodya: Lomba paduan suara Mars Pemda DIY.

  • Laras Prana Wiraga: Lomba line dance.

  • Patrap Rinengga: Lomba busana tradisional Yogyakarta yang menonjolkan identitas budaya lokal.

Inovasi Digital dan Pengembangan Kapasitas

Menjawab tantangan zaman, Pemda DIY juga menghadirkan agenda berbasis teknologi:

  • ASN Digital Creative Lab 271: Peningkatan kapasitas visual berbasis AI.

  • Digital Civil Service Identity: Gerakan penguatan identitas digital ASN yang strategis.

  • Lomba E-Sport Challenge 271: Turnamen game populer seperti Mobile Legends, eFootball, hingga FIFA untuk mempererat sportivitas antar instansi.

Kegiatan Sosial dan Unik

Yang paling mencuri perhatian adalah agenda yang bersifat personal dan sosial, seperti:

  • Berdua Satu Tujuan (Romansapa): Sebuah fasilitas unik bagi ASN yang sedang mencari pasangan hidup (jodoh).

  • Fragrance for ASN: Edukasi mengenai pemilihan parfum sesuai karakter dan aktivitas kerja.

  • Jogja Berkirim Cerita: Gerakan pengumpulan buku layak baca untuk taman bacaan di kalurahan.

  • Kricik Becik & Karang Kitri: Pemberian bantuan pendidikan bagi pelajar kurang mampu serta aksi penanaman pohon di setiap kalurahan.

Acara Penutupan

Puncak dari seluruh rangkaian agenda ini akan dilaksanakan pada 9 April 2026. Acara penutupan akan diisi dengan kegiatan yang menyehatkan dan menghibur, meliputi:

  • Senam bersama dan cek kesehatan gratis.

  • Aksi donor darah.

  • Penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.

  • Penampilan juara line dance dan paduan suara.

Melalui rangkaian acara ini, Pemda DIY berharap dapat meningkatkan soliditas antar-ASN, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas melalui berbagai aksi sosial dan lingkungan yang dilakukan.


YOGYAKARTA (11 Maret 2026) – Mengisi kekhusyukan bulan suci Ramadhan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY kembali menyelenggarakan kegiatan Tausiah di Masjid Al Huda. Menghadirkan penceramah Novita Riswari, Analis SDM Aparatur Ahli Muda, kajian kali ini mengangkat tema penting mengenai alasan Islam sangat menekankan sifat amanah dalam sendi kehidupan manusia.

Landasan Amanah dalam Al-Qur'an

Dalam paparannya, Novita merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 58. Ayat tersebut menegaskan perintah Allah kepada hamba-Nya untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, serta menetapkan hukum di antara manusia dengan adil.

"Amanah berdasarkan ayat tersebut merupakan perintah langsung dari Allah agar setiap individu menunaikan segala kepercayaan maupun tanggung jawab yang diberikan secara jujur, adil, dan tanpa penyalahgunaan," jelas Novita dalam tausiahnya.

Tiga Pilar Amanah Manusia

Novita menjabarkan bahwa amanah dalam kehidupan manusia terbagi menjadi tiga dimensi utama:

  • Amanah terhadap Allah SWT Bentuk tanggung jawab manusia untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini diwujudkan melalui ibadah yang ikhlas, pelaksanaan kewajiban seperti salat, puasa, dan zakat, serta menjaga ketaatan dalam keseharian.

  • Amanah terhadap Sesama Manusia Sikap dapat dipercaya dalam interaksi sosial. Implementasinya meliputi menjaga kepercayaan, menepati janji, tidak berkhianat, berlaku jujur, serta menuntaskan tugas atau tanggung jawab yang diberikan orang lain dengan sebaik-baiknya.

  • Amanah terhadap Diri Sendiri Tanggung jawab individu untuk menjaga dan mengoptimalkan potensi diri. Contoh nyatanya adalah menjaga kesehatan fisik, disiplin dalam mengelola waktu, terus mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menggunakan akal budi untuk kebaikan dan menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri.

Harapan bagi Aparatur

Kegiatan rutin ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh pegawai di lingkungan BKD DIY agar senantiasa mengintegrasikan nilai amanah dalam menjalankan tugas kedinasan maupun kehidupan pribadi. Dengan memegang teguh amanah, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang penuh integritas dan membawa keberkahan, khususnya di bulan suci Ramadhan ini.


YOGYAKARTA – Kemeriahan bulan suci Ramadhan semakin terasa di lingkungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada hari pertama gelaran Ramadhan Level Up by SiBakul yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara 3 dalam Lomba Nasyid dan Kesenian Antar-OPD, Rabu (11/3).

Acara yang berlokasi di Halaman Dinas Koperasi dan UKM DIY ini berlangsung semarak. Sejak pagi, suasana religius bercampur dengan semangat ekonomi kerakyatan sudah terasa melalui deretan bazaar UMKM dan panggung seni yang megah.

Persaingan Ketat di Panggung Religi

Lomba Nasyid dan Kesenian menjadi magnet utama pengunjung pada hari pertama. Diikuti oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY, kompetisi ini menampilkan bakat-bakat terpendam para aparatur sipil negara dalam membawakan lagu-lagu religi.

Grup nasyid dari BKD DIY tampil dengan harmoni vokal yang apik dan penghayatan yang mendalam. Penampilan mereka berhasil memukau dewan juri serta penonton, hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemenang ketiga. Kemenangan ini disambut syukur sebagai wujud semangat kebersamaan dan nilai spiritual di tengah kesibukan menjalankan tugas kedinasan.

"Prestasi ini adalah bonus dari semangat kami untuk ikut menyemarakkan bulan suci. Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai dalam lagu religi tersebut bisa mempererat silaturahmi antar-pegawai dan OPD," ujar salah satu perwakilan tim BKD.

Geliat Ekonomi di Bazaar SiBakul

Selain kompetisi seni, area acara juga dipadati oleh pengunjung yang menyerbu Bazaar Ramadhan UMKM. Berbagai produk unggulan dari pelaku usaha binaan SiBakul dipamerkan, meliputi:

  • Kuliner & Takjil: Aneka hidangan berbuka puasa dan minuman segar.

  • Fashion & Kerajinan: Busana muslim serta aksesoris khas Yogyakarta.

  • Makanan Ringan: Produk oleh-oleh untuk persiapan lebaran.

Kegiatan ini terbukti menjadi momentum strategis bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan pasar mereka secara langsung kepada masyarakat dan pegawai pemerintahan.

Dengan keberhasilan BKD meraih juara dan antusiasme tinggi masyarakat pada bazaar hari pertama, Ramadhan Level Up diharapkan terus menjadi wadah positif untuk meningkatkan level spiritualitas sekaligus memperkuat ekonomi kreatif di DIY selama bulan Ramadhan.


Yogyakarta, 10 Maret 2026 – Dalam rangka mengisi kegiatan bulan Ramadhan, BKD DIY menyelenggarakan pengajian peringatan Nuzulul Qur’an dengan tema “Qur’an di Hati, Syukur Tak Henti.” Kegiatan ini menghadirkan penceramah Ustadz H. Ridwan Hamidi. Acara dihadiri oleh para pegawai di lingkungan BKD bertempat di lantai 3, Balai PKP.

Kepala BKD, Hary Setiawan mengawali sambutan  dengan  ucapan syukur ibadah puasa telah memasuki hari kedua puluh satu. Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan waktu yang sangat penting bagi umat Islam. Peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Dalam tausiahnya, Ustadz H. Ridwan Hamidi, menjelaskan bahwa Nuzuul Qur’an adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Allah menurunkan Al-Qur’an dalam 2 (dua) tahap, yaitu diturunkan sekaligus ke langit dunia sejumlah 30 juz, dan dari langit dunia diturunkan ke Nabi Muhammad SAW sekitar 23 tahun (13 tahun di Mekah, 10 tahun di Madinah).

Ustadz Ridwan Hamidi menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi harus dihadirkan dalam hati dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Ketika Al-Qur’an benar-benar hidup di dalam hati seseorang, maka ia akan mampu membimbing manusia menuju akhlak yang mulia, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Melalui pengajian ini diharapkan seluruh pegawai BKD DIY dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan tugas. Semangat Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an menjadi kegiatan untuk memperkuat komitmen dalam bekerja secara profesional, jujur, dan penuh tanggung jawab.


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243