Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

YOGYAKARTA — Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara resmi menerapkan kebijakan baru terkait periodisasi kenaikan pangkat ASN/PNS. Melalui Peraturan BKN Nomor 4 Tahun 2025, usul kenaikan pangkat kini dapat dilakukan sebanyak 12 kali dalam setahun, yaitu setiap tanggal 1 pada bulan berjalan.

Sebelumnya, kenaikan pangkat PNS hanya dilaksanakan sebanyak 6 periode dalam setahun. Dengan aturan terbaru ini, ASN memiliki kesempatan yang lebih fleksibel dan cepat dalam pengembangan karier serta penghargaan atas prestasi kerja dan pengabdian kepada negara.

Guna memastikan kelancaran administrasi kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan agenda Desk Kenaikan Pangkat PNS Periode 1 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026), bertempat di Ruang Gurdo BKD DIY.

Agenda tersebut dihadiri oleh perwakilan pengelola kepegawaian dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Pelaksanaan desk dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan guna menjaga efektivitas dan ketertiban proses pelayanan.

Kegiatan desk kenaikan pangkat ini menjadi bagian penting dalam rangka memastikan kelengkapan serta kesesuaian administrasi usulan kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui proses verifikasi dan validasi berkas secara langsung, BKD DIY berupaya meminimalisasi kendala administrasi yang dapat menghambat proses penetapan kenaikan pangkat.

"Melalui pelaksanaan desk ini, diharapkan proses usulan kenaikan pangkat PNS Periode 1 Juli 2026 dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan transparan," ujar Triana selaku perwakilan BKD DIY dalam keterangannya. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen nyata untuk mendukung terwujudnya pelayanan kepegawaian yang prima.

Selain menjadi sarana koordinasi antara BKD DIY dengan pengelola kepegawaian perangkat daerah, kegiatan ini juga menegaskan komitmen BKD DIY dalam menghadirkan pelayanan kepegawaian yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.



Yogyakarta, 21 Mei 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mewujudkan ASN yang profesional, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY menyelenggarakan seminar dan pelatihan bertema “Pelatihan Public Speaking, Digital Well-Being, dan Manajemen Stres bagi ASN” pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya BKD DIY dalam memperkuat kapasitas ASN menghadapi tantangan era digital yang semakin dinamis. Arus informasi yang kian masif menuntut ASN sebagai roda penggerak birokrasi untuk mampu beradaptasi, berkomunikasi secara efektif, serta menjaga kesehatan mental dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya kemampuan public speaking sebagai sarana komunikasi yang efektif, baik dalam lingkungan kerja maupun saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kemampuan komunikasi yang baik dinilai menjadi salah satu kompetensi penting bagi ASN dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan humanis.

Selain itu, materi mengenai digital well-being turut diberikan untuk meningkatkan kesadaran ASN dalam mengelola penggunaan teknologi digital secara sehat dan produktif. Di tengah tingginya intensitas penggunaan perangkat digital dalam pekerjaan sehari-hari, ASN diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kesehatan diri.

Pelatihan juga membahas manajemen stres sebagai bagian penting dalam menjaga performa kerja ASN. Dengan pengelolaan stres yang baik, ASN diharapkan dapat bekerja lebih optimal, adaptif, serta mampu menghadapi tekanan kerja secara positif.

Pelaksanaan seminar dan pelatihan ini merupakan hasil kerja sama BKD DIY dengan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui pelaksanaan program Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia aparatur.

BKD DIY berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menciptakan ASN yang kompeten, sehat secara mental, serta siap menghadapi tantangan birokrasi di era digital.


YOGYAKARTA – Kelanjutan rangkaian persiapan Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta menuju ajang nasional terus bergulir. Pada Kamis, 21 Mei 2026, KORPRI DIY melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY selaku sekretariat, sukses menyelenggarakan seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat DIY Tahun 2026 untuk Cabang Lomba Khotbah. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini berpusat di Ruang Sekar Jagad, Kantor BKD DIY.

Dalam tahap ini, para peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) perwakilan berbagai instansi di DIY menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menyampaikan khotbah. Setiap peserta diuji kemampuannya untuk menyajikan materi yang tidak hanya komunikatif dan inspiratif, tetapi juga sarat akan pesan moral serta nilai-nilai keislaman yang kontekstual dengan kehidupan birokrasi.

Persiapan Delegasi dan Target Kompetisi Tingkat Nasional

Seleksi ketat di tingkat provinsi ini sengaja digelar sebagai langkah taktis untuk memetakan sekaligus menyaring aparatur dengan kompetensi syiar terbaik. Para juara terpilih dari Cabang Khotbah ini nantinya akan resmi dikukuhkan sebagai bagian dari delegasi inti Kafilah DIY.

Mereka akan dikirim untuk berkompetisi dalam perhelatan akbar MTQ KORPRI Tingkat Nasional VIII yang dijadwalkan berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 23–30 Agustus 2026 mendatang.

Sebagai informasi, gelaran akbar nasional tahun ini mengusung tema besar “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”. Ajang tersebut dipastikan akan menjadi ruang syiar yang sangat kompetitif karena mempertemukan ribuan peserta kafilah terbaik dari seluruh pemerintah provinsi, kementerian, serta lembaga negara di Indonesia.

Membentuk Karakter ASN yang Religius dan Adaptif

Pelaksanaan seleksi Cabang Khotbah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KORPRI DIY dalam membentuk karakter ASN yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan moralitas yang kokoh.

Melalui mimbar khotbah, para ASN ditantang untuk mampu menyebarkan pesan kebaikan, moderasi beragama, serta nilai-nilai integritas yang sejalan dengan core values ASN BerAKHLAK. Selain sebagai ajang penyaringan prestasi, momentum ini juga berfungsi strategis sebagai wadah syiar untuk mempererat tali persaudaraan (ukhuwah) serta membangun kolaborasi yang solid antar-aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Dengan persiapan yang matang dan pembinaan yang terukur, BKD DIY optimistis Kafilah KORPRI DIY mampu bersaing secara maksimal dan menorehkan prestasi gemilang pada ajang nasional di Kota Makassar nanti.


Yogyakarta, 21 Mei 2026 -- Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Badan Kepegawaian Daerah DIY kembali menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) calon purna tugas periode Juli–Desember 2026 pada tanggal 12 Mei 2026. Kegiatan diadakan di ruang rapat Sekar Jagat.

Pembekalan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada ASN yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian selama puluhan tahun. Masa pensiun merupakan fase baru kehidupan yang membutuhkan kesiapan matang agar para ASN tetap produktif, sehat, dan sejahtera. Oleh karena itu, Pemda DIY terus mendorong para calon pensiunan untuk mempersiapkan diri sejak dini.

Dalam sambutan Kepala BKD diwakili oleh Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian, Wahyu Widayat, mengatakan melalui pembekalan keistimewaan diharapkan para pensiun dapat menjadi “agen kabudayaan” yang dapat mengimplementasikan dan melestarikan tata nilai budaya Yogyakarta sekaligus dapat memberikan pengetahuan tentang keistimewaan DIY kepada keluarga dan masyarakat sekitar ketika nantinya kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Eko Suwanto, Komisi A DPRD DIY, mengatakan kepada para purna bahwa Pendidikan Wawasan Kebangsaan diselenggarakan untuk meningkatkan pengamalan Pancasila, membina kerukunan dan toleransi masyarakat yang majemuk yang terdiri atas beragam suku, ras, agama, golongan, sosial, ekonomi, budaya dan kearifan lokal sehingga terwujud masyarakat DIY yang berkharakter unggul dan menjiwai Pancasila.

Sedangkan dalam presentasinya, KRT. Wijaya Pamungkas dari Kraton Ngayogyakarta menjelaskan, salahn satu yang menjadikan Yogyakarta itu istimewa adalah Kraton. Sejarah Kraton tidak terlapas dari Pangeran Mangkubumi, ketika beliau melawan VOC. didirikan oleh Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengku Buwono I) setelah ditandatanganinya Perjanjian Giyanti, yang memecah Kerajaan Mataram Islam menjadi Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Perjanjian Giyanti pada tahun 1755: Perjanjian antara VOC, Pakubuwono III, dan Pangeran Mangkubumi ini menjadi awal mula pembagian wilayah Mataram (Palihan Nagari). Pangeran Mangkubumi kemudian diangkat menjadi raja pertama bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I

Pembicara berikutya, Prof. Dr. Suwarna Dwijanaara, M.Pd nenjelaskan Sumbu Filosofi bukan hanya penataan kota, tetapi juga cerminan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam semesta. Filosofi ini dikenal dalam konsep sangkan paraning dumadi, yaitu perjalanan manusia dari asal kehidupan menuju kembali kepada Sang Pencipta. Panggung Krapyak melambangkan awal kehidupan, Keraton Yogyakarta menggambarkan kedewasaan dan pusat kehidupan manusia, sedangkan Tugu Pal Putih menjadi simbol perjalanan spiritual menuju kesempurnaan hidup.

Berikutnya, Ir. Ibnu Subroto, Kewirausahaan berbasis budaya lokal telah terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya daerah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Yogyakarta memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan maupun perkotaan.

Kegiatan pembekalan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Banyak peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru sekaligus menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa pensiun.

Melalui pembekalan ini, Pemda DIY berharap para calon pensiunan dapat menjalani masa purna tugas dengan lebih percaya diri, sehat, mandiri, dan tetap berkarya di tengah masyarakat. Pengabdian seorang ASN sesungguhnya tidak berhenti ketika memasuki masa pensiun, melainkan terus berlanjut melalui kontribusi positif dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

 

 


Hari Kebangkitan Nasional diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tanggal 20 Mei. Peringatan ini menjadi pengingat akan lahirnya kesadaran kolektif bangsa untuk bangkit, bersatu, dan bergerak menuju cita-cita kemerdekaan. Momentum tersebut ditandai dengan berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908, yang menjadi tonggak awal tumbuhnya semangat kebangsaan di Indonesia.

Lebih dari satu abad kemudian, semangat kebangkitan itu tetap relevan. Meski tantangan yang dihadapi bangsa telah berubah, nilai-nilai persatuan, pengabdian, dan kerja bersama masih menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang maju dan sejahtera.

Sejarah mengajarkan bahwa kebangkitan bangsa tidak lahir dari kekuatan individu semata, melainkan dari kesadaran bersama untuk memperbaiki keadaan. Para pendahulu bangsa menyadari bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui pendidikan, persatuan, dan kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan.

Saat ini, bentuk perjuangan tersebut mungkin tidak lagi berupa perlawanan terhadap penjajahan. Namun, kita masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan teknologi yang cepat, tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam konteks tersebut, semangat kebangkitan dapat dimaknai sebagai kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan kontribusi terbaik sesuai peran masing-masing.

Kebangkitan bangsa juga dapat dimulai dari lingkungan kerja. Ketika setiap ASN memiliki semangat untuk bekerja sama, saling mendukung, dan terus mengembangkan kompetensi, maka akan tercipta budaya kerja yang sehat dan produktif.

Di tengah dinamika birokrasi yang terus berkembang, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci keberhasilan. ASN dituntut untuk terbuka terhadap perubahan, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Semangat tersebut bukan hanya tentang mencapai target kinerja, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi publik melalui pelayanan yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Hari Kebangkitan Nasional juga mengingatkan bahwa menjadi ASN pada hakikatnya adalah menjalankan amanah untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat. Pengabdian tersebut tidak selalu diwujudkan melalui langkah-langkah besar, tetapi sering kali hadir dalam konsistensi menjalankan tugas sehari-hari dengan penuh dedikasi.

Ketika sebuah layanan diberikan dengan ramah, ketika sebuah pekerjaan diselesaikan dengan cermat, atau ketika solusi dicari untuk membantu masyarakat memperoleh haknya, pada saat itulah nilai-nilai pengabdian diwujudkan secara nyata.

Di tengah berbagai tantangan dan tuntutan pekerjaan, menjaga semangat pengabdian menjadi penting agar setiap tugas yang dijalankan tetap memiliki makna yang lebih luas bagi kemajuan bangsa.

Hari Kebangkitan Nasional adalah momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus meneguhkan kembali komitmen kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Semangat kebangkitan tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadapi masa depan dengan optimisme, integritas, dan kemauan untuk terus berkembang.

Sebagai ASN, mari menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari upaya membangun Indonesia. Dari meja kerja, ruang pelayanan, hingga berbagai tugas yang diemban sehari-hari, kita memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Karena pada akhirnya, kebangkitan nasional bukan hanya tentang sejarah yang dikenang, melainkan semangat yang terus hidup dalam setiap langkah pengabdian untuk Indonesia.

 


Yogyakarta – Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026, panitia menyelenggarakan kegiatan Technical Meeting sebagai sarana koordinasi dan penyamaan persepsi bagi seluruh peserta serta pendamping yang akan mengikuti seleksi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi teknis terkait tata tertib, mekanisme perlombaan, jadwal pelaksanaan, hingga sistem penilaian pada masing-masing cabang yang dilombakan. Melalui technical meeting, peserta diharapkan dapat memahami seluruh ketentuan sehingga pelaksanaan seleksi dapat berjalan tertib, lancar, dan objektif.

Pada MTQ VIII KORPRI Tingkat DIY Tahun 2026, terdapat empat cabang yang diperlombakan, yaitu Khotbah Jumat, Tartil Al-Qur’an Putra dan Putri, Hifdzil Al-Qur’an Juz 30 Putra dan Putri, serta Tilawah Al-Qur’an Putri. Total peserta yang mengikuti seleksi berjumlah 82 orang yang berasal dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Dalam pemaparannya, panitia menjelaskan bahwa setiap cabang memiliki ketentuan dan mekanisme pelaksanaan yang berbeda. Peserta diwajibkan hadir paling lambat 30 menit sebelum jadwal tampil dan mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan. Nomor urut tampil ditentukan saat technical meeting, sementara pemanggilan peserta akan dilakukan maksimal tiga kali. Peserta yang tidak hadir setelah pemanggilan ketiga dinyatakan gugur.

Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai penggunaan sistem penanda waktu selama penampilan, tata cara pengambilan undian maqra’ atau materi lomba, hingga mekanisme pelaksanaan seleksi pada cabang Hifdzil Al-Qur’an dan Tilawah Al-Qur’an yang dilaksanakan dalam dua tahap.

Panitia berharap melalui kegiatan technical meeting ini seluruh peserta dapat mempersiapkan diri secara optimal, memahami aturan perlombaan dengan baik, serta menampilkan kemampuan terbaiknya dalam ajang MTQ VIII KORPRI Tingkat DIY Tahun 2026. Peserta terbaik pada masing-masing cabang nantinya akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.

Melalui kegiatan ini, MTQ KORPRI diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai religius, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mempererat silaturahmi antaranggota KORPRI di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta.


YOGYAKARTA – (14/05/2026) Keluarga besar Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BKD DIY) mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat Kristiani, khususnya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY yang merayakannya.

Peringatan suci ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bersama untuk memperteguh nilai-nilai spiritualitas, toleransi, dan dedikasi dalam menjalankan roda pemerintahan serta pelayanan masyarakat.

Refleksi Nilai Pengharapan, Ketulusan, dan Kedamaian

Bagi segenap aparatur sipil negara, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai pengharapan, ketulusan, serta kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat yang majemuk. Nilai-nilai religius ini dinilai sangat selaras dengan nilai dasar (core values) ASN BerAKHLAK dan budaya kerja Satriya yang menjadi roda penggerak birokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penerapan ketulusan dalam bekerja akan melahirkan integritas tinggi, sementara semangat perdamaian akan memperkokoh harmoni sosial di lingkungan kerja maupun di tengah publik.

Mendorong Jogja yang Inklusif dan Sejahtera

Melalui momentum ini, BKD DIY mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan semangat hari besar ini sebagai dorongan moral. Dorongan ini penting untuk terus berkomitmen dalam:

  • Mengedepankan Kepedulian: Responsif terhadap berbagai kebutuhan dan dinamika masyarakat Yogyakarta.

  • Merawat Kebersamaan: Menjaga soliditas antarpegawai lintas agama dan golongan demi birokrasi yang solid.

  • Pelayanan Publik yang Humanis: Menghadirkan pelayanan yang inklusif, ramah, adil, dan menyentuh sisi kemanusiaan tanpa membeda-bedakan.

Langkah-langkah konkret tersebut menjadi fondasi utama dalam ikhtiar bersama mewujudkan Yogyakarta yang inklusif, toleran, aman, serta sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Semoga kedamaian dan kasih senantiasa menyertai langkah kita semua dalam mengabdi pada bangsa dan negara. Selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus, semoga keberkahan dan keharmonisan selalu menyelimuti bumi pertiwi".


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243