Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

YOGYAKARTA (27 Maret 2026) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY menerima kunjungan kerja dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY di Ruang Gurdo. Pertemuan ini difokuskan pada koordinasi dan sinkronisasi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kearsipan, khususnya untuk memetakan solusi atas kekurangan tenaga arsiparis di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Capaian Tinggi, Kendala SDM Menjadi Tantangan

Dalam pertemuan tersebut, tim DPAD DIY yang diwakili oleh Kabid Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan, Rachmat Sutopo, bersama Yunianti dan Atik Widyastuti, memaparkan capaian kearsipan Pemda DIY. Berdasarkan pengawasan rutin oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Pemda DIY berhasil meraih nilai hampir sempurna, yakni 96,85 pada tahun 2025.

Meski mayoritas aspek penilaian telah mencapai hasil maksimal, terdapat dua poin krusial yang masih perlu ditingkatkan:

  • Ketersediaan Arsiparis: Masih terdapat kekurangan tenaga arsiparis di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

  • Pengembangan SDM: Perlunya penguatan kapasitas dan pengembangan karier bagi para arsiparis.

Atik Widyastuti menambahkan bahwa persebaran tenaga arsiparis saat ini belum merata. Dari total 38 OPD yang ada, baru 21 OPD yang memiliki tenaga arsiparis. Selain itu, tantangan lainnya adalah belum seluruh arsiparis yang ada saat ini mengantongi sertifikasi resmi.

Strategi Pemenuhan Kebutuhan Pegawai

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Perencanaan Pengadaan dan Sistem Informasi Pegawai BKD DIY, Harry Susan Pujiraharjo, menjelaskan bahwa sejatinya seluruh OPD telah mengajukan usulan kebutuhan tenaga arsip. Namun, terdapat kendala operasional di lapangan di mana hampir 50 persen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum melaksanakan tugas sepenuhnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kearsipan mereka.

Sebagai langkah jangka pendek, BKD DIY menyarankan:

  • Optimalisasi ASN: OPD yang kekurangan tenaga arsiparis diharapkan dapat memberdayakan tenaga ASN lain untuk membantu pengelolaan arsip.

  • Kebijakan Komprehensif: Kunjungan ini menjadi awal perumusan kebijakan yang lebih menyeluruh guna memenuhi formasi arsiparis secara bertahap.

Menuju Tata Kelola yang Akuntabel

Kolaborasi erat antara DPAD dan BKD DIY ini diharapkan mampu mewujudkan tata kelola arsip yang lebih tertib, profesional, dan akuntabel. Dengan pemenuhan SDM yang kompeten, Pemerintah Daerah DIY optimis dapat terus meningkatkan transparansi serta efektivitas pelayanan publik melalui sistem kearsipan yang mumpuni.



Yogyakarta, 25 Maret 2026 – Mengawali hari kerja pertama setelah libur Lebaran, Badan Kepegawaian Daerah DIY menyelenggarakan acara Syawalan Halalbihalal keluarga besar Badan Kepegawaian Daerah DIY yang bertempat di Ruang Rapat Sekar Jagad, pada hari Senin, 25 Maret 2026.

Acara yang mengusung tema Sinergi silaturahmi, kuatkan kebersamaan ini dihadiri oleh seluruh pegawai dilingkungkan Badan Kepegawaian Daerah DIY. Dalam sambutannya, Hary Setiawan, selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah DIY, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia Ramadhan BKD DIY, agenda Ramadhan dan Syawalan Halalbihalal berjalan dengan sangat baik. Dalam sambutanya, Syawalan dan Halalbihalal merupakan waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat solidaritas tim. Lebih dari sekedar agenda rutinitas, momen syawalan memiliki nilai filosofis yang sangat mendalam, saling memaafkan menjadi simbol bahwa seseorang telah berhasil menahan emosi, mengendalikan amarah, dan kembali pada keadaan yang lebih bersih.

“Setelah satu bulan berpuasa, hari ini kita kembali fitrah. Semoga semangat kemenangan ini terbawa dalam etos kerja kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik lagi. Dinamika regulasi kepegawaian di tahun 2026 sangatlah komplek, syawalan ini dapat menjadi refleksi diri dan motivasi dalam mempererat team work guna mewujudkan pelayanan publik prima”, ujarnya.

Acara ditutup dengan pembacaan ikrar, doa bersama, jabat tangan sebagai simbol saling memaafkan, diikuti oleh ramah tamah dan makan bersama. Semoga kebersamaan yang ada kian erat, mampu menghadirkan ide-ide cemerlang guna mewujudkan Manajemen ASN yang lebih profesional.

 


Setelah sebulan penuh kita menunaikan amanah terhadap Allah SWT melalui ibadah puasa, kini tiba saatnya kita merayakan kemenangan dengan hati yang bersih dan penuh syukur. Ramadhan telah mengajarkan kita tentang disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Seiring dengan berakhirnya bulan suci, mari kita bawa semangat "Amanah" dalam setiap langkah pengabdian kita. Sebagai aparatur, momen Idul Fitri ini adalah waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat komitmen kita dalam memberikan pelayanan yang jujur, adil, dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat.

Mari kita jaga amanah terhadap sesama manusia dengan saling memaafkan, menjaga kepercayaan, dan menepati janji. Tak lupa, mari terus menjaga amanah terhadap diri sendiri dengan tetap menjaga kesehatan dan menggunakan akal budi kita untuk menebar kebaikan di bumi Mataram.

Keluarga Besar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin 🙏

Semoga cahaya fitrah senantiasa menyinari langkah kita menuju tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, akuntabel, dan penuh integritas.


\

Di tengah hiruk-pikuk pengabdian dan rutinitas duniawi, tiba saatnya kita sejenak berhenti untuk menyelami kedalaman jiwa. Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 menjadi momentum sakral bagi umat Hindu untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian: Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelunganan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).

Nyepi mengajarkan kita tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan diri dengan baik. Inilah saat bagi kita untuk mengendalikan hawa nafsu, menggunakan waktu untuk introspeksi, serta menjauhi perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun sesama.

Keluarga Besar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY mengucapkan:

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 & Selamat Tahun Baru Saka 2026 🙏

Semoga kedamaian dan kesucian pikiran senantiasa menyertai kita semua dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

Dumogi Santhi lan Jagadhita.


YOGYAKARTA – Tradisi mudik menyambut Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang paling dinanti untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, perjalanan jauh di tengah lonjakan arus lalu lintas memerlukan persiapan yang ekstra agar tetap aman dan nyaman.

Bagi para pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah DIY maupun masyarakat umum, BKD DIY merangkum beberapa tips penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan mudik:

1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

Sebelum berangkat, lakukan pengecekan menyeluruh pada kendaraan pribadi Anda. Pastikan komponen vital seperti rem, ban, lampu, oli, dan air radiator berfungsi dengan baik. Jika menggunakan transportasi umum, pastikan Anda telah memiliki tiket resmi dan memantau jadwal keberangkatan agar tidak terburu-buru.

2. Menjaga Stamina dan Kesehatan Fisik

Perjalanan panjang menuntut konsentrasi tinggi. Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup sebelum berangkat. Jangan memaksakan diri menyetir saat merasa kantuk; manfaatkan fasilitas Rest Area untuk beristirahat sejenak setiap 4 jam sekali. Siapkan pula obat-obatan pribadi di dalam tas yang mudah dijangkau.

3. Atur Keamanan Rumah yang Ditinggalkan

Keamanan rumah menjadi hal yang krusial saat ditinggal mudik. Pastikan:

  • Semua pintu dan jendela terkunci rapat.

  • Aliran listrik yang tidak diperlukan dipadamkan dan regulator gas dilepas.

  • Lapor kepada petugas keamanan setempat atau tetangga terdekat bahwa rumah dalam keadaan kosong.

4. Kelola Barang Bawaan dan Logistik

Membawa barang berlebihan tidak hanya merepotkan tetapi juga bisa membahayakan keseimbangan kendaraan. Susun barang dengan rapi dan pastikan logistik seperti makanan ringan serta air minum tersedia di dalam kabin untuk mengantisipasi kemacetan panjang.

5. Pantau Arus Lalu Lintas secara Berkala

Gunakan aplikasi navigasi atau pantau akun media sosial resmi pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengetahui titik-titik kemacetan atau pengalihan arus. Memilih waktu keberangkatan di luar jam puncak (H-3 atau H-2) juga dapat membantu mengurangi risiko terjebak macet total.

6. Tetap Bijak dalam Bermedia Sosial

Bagi para ASN, diingatkan untuk tetap menjaga profesionalisme selama masa cuti bersama. Hindari mengunggah informasi pribadi yang terlalu detail mengenai lokasi rumah yang kosong di media sosial demi menjaga keamanan.

Keluarga Besar Badan Kepegawaian Daerah DIY mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan selamat menyongsong hari kemenangan. Semoga perjalanan mudik Bapak/Ibu sekalian berjalan lancar hingga sampai di tujuan dengan selamat.

“Utamakan Keselamatan, Karena Keluarga Menanti di Rumah.”


YOGYAKARTA – Sejarah adeging Nagari Ngayogyåkartå Hadiningrat boten saged uwal saking saking lelampahan Pangéran Mangkubumi nalikå ngupadi kaadilan ing bumi Mataram. Prekawis punikå kawiwitan saking pasulayan antawisipun Pangéran Mangkubumi kaliyan Susuhunan Pakubuwånå II sarta pihak V.O.C.

Wosing Perkawis

Wonten sawatara bab ingkang dados jalari punika, antawisipun inggih punikå:

  • Gèsèhing rembag ngenani tåtå rakiting séwan siti ing laladan pasisiran.

  • Boten dipunparingaken bebånå (hadiah) sayembårå nalikå Pangéran Mangkubumi kasil numpes kramanipun Tumenggung Martåpurå ing Sukåwati.

  • Wontenipun cawé-cawé utawi campur tangan V.O.C. ing njeroning urusan karaton Mataram.

Amargi kawontenan punikå, ing warså 1746 Pangéran Mangkubumi milih jengkar saking karaton kanggé nindakaken perlawanan dhumateng Sunan Pakubuwånå II lan V.O.C.. Nalikå sasi Désèmber 1749, Pangéran Mangkubumi dipunjumenengaken minångkå ratu Mataram kanthi jejuluk Sunan Kabanaran wonten ing Kabanaran.

Prajanjan Giyanti lan Jatisari

Amargi tansåyå kalindhih dening wadyå bålå Kabanaran, pihak V.O.C. lan Sunan Pakubuwånå III pungkasanipun kerså ngadani bedhamèn utawi perdamaian. Bedhamèn punikå dipunwujudaken lumantar Prajanjan Giyanti ing dinten Kemis Kliwon, 13 Fèbruwari 1755. Ing dinten punikå, Sunan Kabanaran resmi ajejuluk Sri Sultan Hamengku Buwånå I.

Kalih dinten sasampunipun, inggih punikå 15 Fèbruwari 1755, dipunadani malih parepatan ing Jatisari kanggé nemtokaken tapal wates nagari sarta watesing kabudayan antawisipun Surakarta lan Ngayogyakarta.

Lairipun Nagari Ngayogyåkartå

Sri Sultan Hamengku Buwånå I lajeng mratelakaken kepyakan adeging Nagari Ngayogyåkartå Hadiningrat ing dinten Kemis Pon, 13 Maret 1755. Dene pambangunan fisik karaton piyambak dipunwiwiti kanthi mbabad wana Beringan ing tanggal 9 Oktober 1755. Sasampunipun wangunan karaton paripurna, Sri Sultan Hamengku Buwånå I nembe nglenggahi karaton énggal kasebat ing dinten Kemis Pahing, 7 Oktober 1756.

Kanthi dhasar sujarah kasebat, saben suryå kaping 13 Maret dipunpèngeti minångkå dinten pèngetan adeging Daerah Istimewa Yogyakarta. Pèngetan punikå boten namung seremonial, nanging ugi kanggé ngenang malih woh pambudidåyåning Pangéran Mangkubumi ingkang sampun mbrastha adil ing bumi Mataram.


YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pemerintah Daerah DIY menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang dikhususkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Mengusung semangat kebersamaan dan inovasi, agenda ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai dari 11 Februari hingga 10 April 2026.

Rangkaian acara ini tidak hanya berfokus pada perlombaan tradisional, tetapi juga menyentuh aspek gaya hidup, literasi digital, hingga aksi sosial. Berikut adalah poin-poin utama kegiatan yang akan memeriahkan peringatan tahun ini:

Lomba Kreativitas dan Budaya

Beberapa kompetisi menarik telah disiapkan untuk mengasah bakat para ASN, di antaranya:

  • Prama Kridhapraja: Lomba kebersihan dan keindahan OPD.

  • Anggita Swara Yodya: Lomba paduan suara Mars Pemda DIY.

  • Laras Prana Wiraga: Lomba line dance.

  • Patrap Rinengga: Lomba busana tradisional Yogyakarta yang menonjolkan identitas budaya lokal.

Inovasi Digital dan Pengembangan Kapasitas

Menjawab tantangan zaman, Pemda DIY juga menghadirkan agenda berbasis teknologi:

  • ASN Digital Creative Lab 271: Peningkatan kapasitas visual berbasis AI.

  • Digital Civil Service Identity: Gerakan penguatan identitas digital ASN yang strategis.

  • Lomba E-Sport Challenge 271: Turnamen game populer seperti Mobile Legends, eFootball, hingga FIFA untuk mempererat sportivitas antar instansi.

Kegiatan Sosial dan Unik

Yang paling mencuri perhatian adalah agenda yang bersifat personal dan sosial, seperti:

  • Berdua Satu Tujuan (Romansapa): Sebuah fasilitas unik bagi ASN yang sedang mencari pasangan hidup (jodoh).

  • Fragrance for ASN: Edukasi mengenai pemilihan parfum sesuai karakter dan aktivitas kerja.

  • Jogja Berkirim Cerita: Gerakan pengumpulan buku layak baca untuk taman bacaan di kalurahan.

  • Kricik Becik & Karang Kitri: Pemberian bantuan pendidikan bagi pelajar kurang mampu serta aksi penanaman pohon di setiap kalurahan.

Acara Penutupan

Puncak dari seluruh rangkaian agenda ini akan dilaksanakan pada 9 April 2026. Acara penutupan akan diisi dengan kegiatan yang menyehatkan dan menghibur, meliputi:

  • Senam bersama dan cek kesehatan gratis.

  • Aksi donor darah.

  • Penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.

  • Penampilan juara line dance dan paduan suara.

Melalui rangkaian acara ini, Pemda DIY berharap dapat meningkatkan soliditas antar-ASN, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas melalui berbagai aksi sosial dan lingkungan yang dilakukan.


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243