Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

YOGYAKARTA – Memasuki hari ketiga, Rabu, 29 April 2026, peserta pelatihan Government Transformations Academy (GTA) di lingkungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mendalami pemanfaatan kecerdasan buatan untuk efisiensi administrasi dan riset. Pelatihan yang berlangsung di Ruang Sekar Jagad, BKD DIY ini terus mendorong para ASN untuk mengadopsi teknologi AI guna mempercepat alur kerja pemerintahan.

Sesi pagi yang dimulai pukul 08.00 WIB dibuka dengan materi "Penerapan AI: AI for Writing and Editing". Dalam sesi selama 3 Jam Pelajaran (JP) ini, para peserta dibimbing untuk menggunakan asisten AI dalam menyusun naskah dinas, menyunting laporan, hingga merumuskan narasi kebijakan secara lebih terstruktur dan cepat.

Setelah jeda istirahat singkat, materi berlanjut pada pukul 10.30 WIB dengan topik "Penerapan AI: AI for Transcription Apps and Meeting". Materi ini dirancang untuk menjawab tantangan administratif dalam pendokumentasian rapat. Para peserta mempraktikkan penggunaan aplikasi transkripsi otomatis berbasis AI yang mampu mengubah rekaman suara rapat menjadi notulensi tertulis secara real-time, sehingga meningkatkan akurasi dan kecepatan distribusi informasi hasil rapat.

Sesi siang yang dimulai pukul 13.00 WIB didedikasikan untuk "Penerapan AI: AI for Research". Di bawah bimbingan pengajar Novian Anata Putra dari BPSDM Komdigi Yogyakarta, para ASN diajarkan teknik melakukan riset data publik, merangkum dokumen kebijakan yang tebal, serta mencari referensi pendukung keputusan menggunakan alat pencarian berbasis AI.

Seluruh kegiatan hari ketiga ini tetap mengedepankan praktik langsung menggunakan perangkat masing-masing. Pemanfaatan AI di bidang penulisan dan riset ini diharapkan dapat memangkas waktu birokrasi dan meningkatkan kualitas dokumen pemerintahan di lingkungan Pemda DIY.



YOGYAKARTA – Memasuki hari kedua pelaksanaan Government Transformations Academy (GTA), Selasa (28/4/2026), para peserta pelatihan "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pemerintahan" mulai mendalami materi teknis yang lebih aplikatif. Pelatihan yang merupakan hasil kerja sama strategis antara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Yogyakarta ini menghadirkan Novian Anata Putra sebagai pengajar utama. Pada sesi pagi yang dimulai pukul 08.00 WIB, Novian Anata Putra memaparkan materi mengenai "Penerapan AI: AI Chatbots". Dalam sesi ini, para ASN diajak untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi chatbot dapat diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi komunikasi internal maupun pelayanan publik di instansi masing-masing. Materi ini berlangsung intensif hingga jeda istirahat siang, mencakup total 5 Jam Pelajaran (JP).

Memasuki sesi siang, fokus pelatihan berlanjut pada pemanfaatan "AI for Task Management and Scheduling". Materi ini dirancang khusus untuk membantu ASN dalam mengelola beban kerja dan penjadwalan secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan, sehingga proses administrasi di lingkungan Pemda DIY dapat berjalan lebih sistematis dan cepat.

Seluruh peserta wajib mengikuti sesi ini dengan membawa perangkat laptop pribadi untuk simulasi langsung di Ruang Sekar Jagad, BKD DIY. Kehadiran dan partisipasi aktif dalam praktik mandiri hari ini menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akumulatif kelulusan peserta.

Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak ASN yang tidak hanya memahami teori AI, namun juga cakap mengoperasikan perangkat-perangkat digital mutakhir untuk mendukung transformasi birokrasi di Yogyakarta.


Yogyakarta, 28 April 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang transformasi digital, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan BPSDMP Komunikasi dan Digital Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan Government Transformation Academy (GTA): AI for Content Creation (AICC).

Pelatihan ini diikuti oleh ASN Pemerintah Daerah DIY dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna mendukung pembuatan konten komunikasi publik yang informatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Fokus Hari Pertama: Pengenalan AI dalam Dunia Kreatif

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar Artificial Intelligence (AI) serta penerapannya dalam dunia kreatif dan komunikasi publik. AI didefinisikan sebagai teknologi yang memungkinkan sistem komputer melakukan tugas yang umumnya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa, mengambil keputusan, dan menghasilkan konten digital.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Generative AI, yaitu teknologi yang mampu menghasilkan berbagai bentuk konten seperti teks, gambar, audio, dan video berdasarkan perintah pengguna.

Pemanfaatan AI dalam Komunikasi Publik

Dalam sesi pembelajaran, disampaikan bahwa pemanfaatan AI dalam komunikasi publik memiliki peran strategis, antara lain:

  • Penggunaan chatbot dan asisten virtual untuk pelayanan publik
  • Analisis opini masyarakat berbasis data
  • Otomatisasi pembuatan konten
  • Penerjemahan dan transkripsi otomatis
  • Deteksi informasi palsu (hoaks)

Pemanfaatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan akurat.

Peluang dan Tantangan Penggunaan AI

Teknologi AI memberikan berbagai peluang dalam meningkatkan produktivitas serta mendorong inovasi di berbagai sektor. Namun demikian, penggunaannya juga memiliki tantangan, antara lain potensi ketergantungan berlebihan, risiko bias data, isu plagiarisme, serta keterbatasan transparansi algoritma.

Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif agar pemanfaatan AI dapat dilakukan secara optimal dan bertanggung jawab.

Pentingnya Etika dalam Pemanfaatan AI

Pelatihan ini juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI, khususnya dalam pembuatan konten publik. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan meliputi transparansi, akuntabilitas, perlindungan data pribadi, inklusivitas, serta kredibilitas informasi yang disampaikan.

Penerapan etika tersebut bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disampaikan oleh instansi pemerintah.

Perencanaan Konten Berbasis AI

Selain pemahaman konsep, peserta juga dibekali dengan dasar perencanaan konten yang meliputi:

  1. Riset dan analisis target audiens
  2. Penentuan tujuan dan indikator kinerja (KPI) konten
  3. Riset tren dan pengembangan ide konten
  4. Pemilihan tools AI yang sesuai
  5. Penentuan platform distribusi konten

Perencanaan tersebut menjadi langkah penting dalam menghasilkan konten yang efektif, tepat sasaran, dan berdampak.

Penutup

Melalui pelatihan ini, BKD DIY berharap ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY mampu meningkatkan kompetensi digital, khususnya dalam pemanfaatan AI untuk mendukung komunikasi publik.

Hari pertama pelatihan menjadi landasan penting bagi peserta sebelum memasuki tahap praktik pembuatan konten berbasis AI pada sesi selanjutnya.


Yogyakarta, 28 April 2026 -- Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) KORPRI VIII Tingkat Nasional tahun 2026 yang direncanakan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 23–30 Agustus 2026, kembali menegaskan komitmen ASN untuk tidak hanya berkinerja secara fisik, tetapi juga unggul secara spiritual. Pelaksanaan MTQ KORPRI mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh.”

MTQ KORPRI merupakan upaya meningkatkan pemahaman, nilai Al-Qur’an, dan memperkuat syiar Islam dan ukhuwah para ASN. Kegiatan ini merupakan pembinaan mental spiritual agar ASN mampu menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik secara profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.

MTQ KORPRI terus berkembang dengan partisipasi yang semakin luas. Kegiatan ini telah dilaksanakan di berbagai daerah, antara lain Makassar (2012), Banda Aceh (2014), Samarinda (2016), Jakarta (2018), penyelenggaraan virtual dari Jakarta (2020), Kendari (2021), Padang (2022), serta MTQ VII tahun 2024 di Palangkaraya yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia.

MTQ VIII tahun 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Pangkajene sebagai tuan rumah bersama.

Kegiatan direncanakan berlangsung di Makassar dan wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Pada pelaksanaan kali ini, MTQ VIII akan mempertandingkan 12 cabang lomba dengan 36 golongan, termasuk penambahan empat cabang baru dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tartil, hafalan Al-Qur’an, kaligrafi termasuk digital, dakwah, azan, khutbah Jumat, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga hafalan hadis.

Kesehatan Rohani: Fondasi ASN Berintegritas

Kesehatan rohani merupakan pilar utama dalam membentuk ASN yang berintegritas dan berakhlak mulia. Dalam konteks pelayanan publik, jiwa yang sehat—yang didasarkan pada ketakwaan—akan menghasilkan pelayanan yang humanis, adil, dan berkeadaban. MTQ KORPRI menjadi momentum krusial untuk kembali mendekatkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari maupun profesional para ASN. 

Gerakan Moral di Tengah Era Modernisasi

MTQ KORPRI 2026 menonjolkan fungsi sebagai gerakan moral dan spiritual. ASN dituntut untuk tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki benteng spiritual yang kuat agar terhindar dari praktik-praktik yang melanggar hukum, seperti korupsi, serta meningkatkan dedikasi kepada bangsa dan negara. Melalui bacaan, hafalan, dan pemahaman Al-Qur'an, ASN diharapkan memiliki ketenangan jiwa dan komitmen moral yang lebih tinggi. 

MTQ KORPRI 2026: Ajang Prestasi dan Silaturahmi

Penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI di Makassar ini merupakan wujud istiqomah KORPRI dalam membina spiritualitas anggotanya. Rangkaian acara ini juga dibarengi dengan berbagai kegiatan positif lainnya, seperti seminar nasional, guna menggali dan memahami nilai-nilai Al-Qur'an di tengah tantangan zaman, termasuk di era post-truth. 

Keterlibatan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dari tingkat daerah seperti pada MTQ Korpri 2026 yang mempertandingkan 6 cabang dan 8 golongan lomba, menunjukkan antusiasme tinggi ASN untuk menjadi insan yang bertaqwa. 

Partisipasi KORPRI DIY

Dalam rangka MTQ KORPRI VIII, KORPRI DIY berkolaborasi dari kabupaten/kota rencanannya akan mengikuti kontingen untuk beberapa cabang yakni: Khotbah jumat, tartil putra putri, ⁠tilawah putri dan ⁠hafalan juz 30 putra. Hingga saat ini kontingen MTQ KORPRI DIY masih berada dalam masa seleksi untuk menentukan perwakilan terbaik."

Kesimpulan

Melalui MTQ KORPRI 2026, diharapkan terwujud ASN yang sehat secara rohani, solid dalam persatuan, dan berdedikasi tinggi dalam pelayanan publik. MTQ ini merupakan bukti bahwa kesehatan rohani adalah kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas tinggi demi mewujudkan Indonesia yang tangguh. 


Yogyakarta, 27 April 2026 -- Kesehatan ASN menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. ASN yang bugar, baik secara jasmani maupun rohani, tidak hanya mampu menjalankan tugas secara optimal, tetapi juga memiliki daya tahan, konsentrasi, serta integritas yang lebih baik dalam menghadapi dinamika pekerjaan. Oleh karena itu, upaya menjaga kebugaran ASN bukan sekadar kebutuhan individu, melainkan bagian dari strategi organisasi dalam meningkatkan kinerja pemerintahan.

Kesehatan jasmani adalah bebas dari penyakit dan mencakup kebugaran tubuh yang memungkinkan pegawai menjalankan tugas dengan energi, fokus, dan produktivitas tinggi. Aktivitas rutin seperti olahraga, maupun kompetisi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi sarana efektif untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan.

Sedangkan kesehatan rohani juga memiliki peran penting. ASN yang memiliki integritas yang kuat akan lebih mampu menghadapi tekanan kerja, menjaga etika pelayanan, serta membangun hubungan kerja yang harmonis. Keseimbangan ini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Peran KORPRI melalui bidang olahraga dan kesehatan ASN menjadi strategis dalam mendorong terwujudnya ASN yang bugar. Program-program seperti pembinaan olahraga, lomba antar OPD, hingga kampanye hidup sehat merupakan bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Dalam konteks Pemda DIY, komitmen terhadap peningkatan kualitas ASN diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya melalui peran aktif Badan Pembina Olahraga (BAPOR) KORPRI. “BAPOR KORPRI memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pembangunan olahraga di kalangan aparatur sipil negara. Peran ini tidak hanya penting dalam konteks prestasi olahraga, tetapi juga dalam pembangunan ASN yang sehat, tangguh, dan berintegritas,” tutur Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti dalam Musda BAPOK KORPRI DIY 2026.

ASN masa kini dituntut menjadi pelayan publik yang profesional, responsif, dan berkualitas. Dalam hal ini, BAPOR KORPRI diharapkan mampu menyediakan ruang pembinaan dan pengembangan di bidang olahraga, baik untuk menjaga kesehatan maupun mendorong lahirnya atlet berprestasi dari ASN DIY.

Ni Made menambahkan “ASN yang sehat secara fisik dan mental akan memiliki produktivitas yang lebih baik, daya tahan kerja yang lebih tinggi, serta kemampuan memberikan pelayanan publik yang optimal. Kesehatan mental yang terjaga juga akan memperkuat kualitas interaksi ASN dengan masyarakat, sehingga pada akhirnya mendampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah,”

Program kerja KORPRI yang berfokus pada kebugaran ASN tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat kesehatan mental dan sosial. Aktivitas olahraga terbukti mampu mengurangi stres, meningkatkan semangat kerja, serta membangun solidaritas antarpegawai. Dalam lingkungan birokrasi yang sering dihadapkan pada tekanan kerja dan tuntutan pelayanan publik, keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani menjadi sangat penting.

Salah satu agenda penting yang akan dilaksanakan pada Juni 2026 adalah penyelenggaraan lomba olahraga antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY. Kegiatan ini menjadi agenda strategis untuk menginternalisasi nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan kompetisi sehat di kalangan ASN. Selain itu, lomba ini juga berfungsi sebagai sarana refreshing yang konstruktif, sehingga ASN dapat kembali bekerja dengan energi dan motivasi yang lebih tinggi.


Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berkerja sama dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Yogyakarta resmi membuka pelatihan Government Transformations Academy: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pemerintahan pada Senin, 27 April 2026, bertempat di Ruang Sekar Jagad, BKD DIY. Kegiatan hari pertama ini dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan agenda pembukaan dan pengarahan program oleh panitia. Setelah sesi pembukaan, sebanyak 35 peserta ASN dari berbagai instansi diwajibkan menjalani Pre Test untuk mengukur pemahaman awal mereka.

Memasuki materi inti di hari pertama, Novian Anata Putra sebagai pengajar memberikan pemaparan komprehensif mengenai konsep dasar Artificial Intelligence, yang mencakup pengertian, sejarah perkembangan AI dari waktu ke waktu, hingga pengenalan jenis-jenis AI yang relevan untuk sektor publik. Selain aspek teknis, sesi hari pertama ini juga memberikan penekanan khusus pada "Etika Artificial Intelligence" sebagai materi penutup sesi sore. Hal ini selaras dengan tujuan pelatihan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel melalui teknologi. Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama ini dilakukan secara luring dengan kewajiban presensi melalui aplikasi Mobile Digitalent di setiap sesi pelatihan.


YOGYAKARTA – Badan Pembina Olahraga (BAPOR) KORPRI Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) Tahun 2026 pada Kamis, 23 April 2026. Bertempat di Ruang Rapat Unit VIII, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, acara ini menjadi tonggak penting dalam keberlanjutan pembinaan olahraga di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dengan mengusung tema "BAPOR KORPRI DIY Bergerak untuk ASN DIY Berprestasi", MUSDA kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan sebuah momentum krusial untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan standar prestasi olahraga bagi para abdi negara di lingkungan Pemda DIY. Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus KORPRI DIY sekaligus Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaiakn bahwa, ASN masa kini dituntut menjadi pelayan publik yang profesional, responsif, dan berkualitas. Dalam hal ini, BAPOR KORPRI diharapkan mampu menyediakan ruang pembinaan dan pengembangan di bidang olahraga, baik untuk menjaga kesehatan maupun mendorong lahirnya atlet berprestasi dari ASN DIY.

Dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor terkhusus dengan KONI DIY, BAPOR KORPRI dipercaya dapat menciptakan sistem pembinaan yang profesional dan berkelanjutan. “Melalui kolaborasi tersebut kita berharap akan lahir ASN-ASN yang tidak hanya unggul dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga,” tutur Ni Made.

Agenda Strategis Musyawarah Daerah

Pelaksanaan MUSDA 2026 fokus pada tiga agenda utama yang akan menentukan arah kebijakan olahraga ASN selama empat tahun ke depan:

  1. Laporan Pertanggungjawaban: Melakukan penilaian dan evaluasi mendalam terhadap kinerja pengurus BAPOR KORPRI DIY periode sebelumnya.
  2. Penyusunan Program Kerja: Menetapkan skala prioritas dan program kerja tahun 2026 yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan dunia olahraga.
  3. Suksesi Kepemimpinan: Pemilihan Ketua Umum serta Tim Formatur yang akan mengawasi jalannya organisasi untuk masa bakti 2026-2030.

Mendorong Transformasi Olahraga ASN

Penyelenggaraan MUSDA ini diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid dan visi yang lebih tajam. Fokus utama ke depan adalah menciptakan ekosistem olahraga ASN yang lebih tertib, lancar, dan berorientasi pada hasil yang optimal.

Melalui pembinaan yang terukur, BAPOR KORPRI DIY berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap ASN tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga mampu membawa nama baik daerah melalui prestasi di berbagai ajang olahraga, baik di tingkat lokal maupun nasional (PORNAS KORPRI).

"Semangat bergerak yang kita usung adalah simbol transformasi. Kita ingin olahraga menjadi budaya kerja yang positif bagi ASN di Yogyakarta," ujar salah satu perwakilan panitia di sela acara.

Mari kita dukung penuh hasil MUSDA BAPOR KORPRI DIY 2026 demi mewujudkan ASN yang sehat, tangguh, dan berprestasi!

 


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243