Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

Yogyakarta, 1 Desember 2025 -- Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 pada Senin, 1 Desember 2025 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Upacara ini diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY.

Upacara HUT ke-54 KORPRI tahun 2025 bertemakan "Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju". Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Dalam pidatonya, KGPAA Paku Alam X meminta seluruh ASN dan anggota KORPRI di DIY untuk terus berinovasi, menjaga integritas, netralitas, dan profesionalisme.

Paku Alam X menekankan pentingnya komitmen ASN terhadap pelayanan publik yang cepat, berkualitas, serta peran aktif ASN dalam mendukung reformasi birokrasi. Selain inovasi dan integritas, pilar seperti netralitas dan peningkatan kompetensi ASN juga ditekankan dalam upacara tersebut.

Wakil Gubernur juga menyerukan agar ASN bersama-sama menjaga kesiapsiagaan, termasuk dalam hal penanganan bencana — bagian dari tanggung jawab sosial ASN terhadap masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemda DIY juga menyerahkan penghargaan Kompetisi Budaya Pemerintahan 2025 kepada sejumlah perangkat daerah yang unggul, sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan budaya birokrasi yang baik di DIY.  Penghargaan ini menunjukkan apresiasi Pemda DIY terhadap instansi yang menerapkan budaya pemerintahan bersih, berintegritas, dan profesional.



Yogyakarta — 13 November 2025. Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X, memimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Kegiatan berlangsung di Bangsal Kepatihan, Komplek Kepatihan Yogyakarta dan dihadiri oleh Ketua DPRD DIY, Kepala Kantor Regional I BKN Yogyakarta, Sekretaris Daerah DIY, para Asisten Sekda, Staf Ahli, serta Kepala OPD.

Membacakan Sambutan Gubernur DIY, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa pelantikan pejabat struktural merupakan bagian dari upaya Pemda DIY untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Sultan menegaskan bahwa Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas memegang peran strategis sebagai middle manager yang menerjemahkan kebijakan pimpinan menjadi aksi nyata di lapangan.

“Middle manager adalah penggerak utama birokrasi. Di tangan mereka, arah kebijakan diturunkan menjadi langkah operasional serta memastikan koordinasi berjalan efektif,” tegas Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur menekankan bahwa birokrasi modern membutuhkan pola komunikasi yang terbuka, jujur, dan berorientasi pada solusi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan organisasi pemerintah tidak diukur dari minimnya masalah, tetapi dari kemampuan menyelesaikan persoalan secara kolektif melalui dialog yang produktif.

“Birokrasi yang maju bukanlah yang bebas dari masalah, melainkan yang mampu menyelesaikannya melalui komunikasi yang sehat dan kerja sama yang kuat,” ujar Wakil Gubernur.

Beliau juga mengingatkan pentingnya kesiapan pejabat untuk menerima masukan, bersikap tidak defensif, serta membangun ruang diskusi yang konstruktif di setiap unit kerja.

Wakil Gubernur turut menyoroti dinamika lintas generasi yang semakin mewarnai birokrasi. Pegawai muda dianggap membawa energi dan gagasan baru, sementara pegawai senior menghadirkan kedalaman pengalaman dan kebijaksanaan.

“Yang muda perlu menghargai proses, dan yang senior perlu memberi ruang bagi pandangan baru. Sinergi dua generasi ini sangat penting untuk menjaga dinamika birokrasi,” jelasnya.

Mengakhiri pembacaan Sambutan Gubernur DIY, Wakil Gubernur mengajak para pejabat untuk menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, dan semangat kolaboratif. Wakil Gubernur berharap pejabat yang baru dilantik dapat menjadi teladan dalam memperkuat budaya kerja yang efektif, melayani masyarakat dengan prima, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

“Jalankan amanah dengan integritas dan semangat kolaboratif demi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemajuan Pemda DIY,” pungkasnya.


Yogyakarta – 20 November 2025. Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ni Made Dwipanti Indrayanti, memimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Sebanyak 63 pejabat fungsional resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam acara yang digelar di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan Yogyakarta. Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD DIY, Kepala BKN Regional I Yogyakarta, Asisten Sekda, Staf Ahli Gubernur, dan para Kepala OPD.

Membacakan Sambutan Gubernur DIY, Sekretaris Daerah DIY menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang dilantik. Menurutnya, momentum pelantikan tidak hanya menandai perubahan jabatan, tetapi juga merupakan wujud kedewasaan dalam pengabdian serta kesiapan ASN untuk memasuki jenjang tanggung jawab yang lebih luas.

“Pelantikan hari ini menghadirkan rasa haru, karena kita melihat putra-putri terbaik Pemda DIY semakin matang dalam tanggung jawab. Anda semua menunjukkan kesiapan menapaki jalan pelayanan publik yang lebih bermakna,” ujar Ni Made.

Sekretaris Daerah DIY menegaskan bahwa pejabat fungsional memiliki posisi penting sebagai motor penggerak kualitas birokrasi. Ia menyebut jabatan fungsional sebagai Research and Development (R&D) dalam pemerintahan daerah, yakni kelompok yang menjadi fondasi transformasi dan inovasi kebijakan.

“Jika birokrasi ingin naik kelas, maka pejabat fungsional-lah yang menjadi tulang punggung transformasinya,” tegasnya.

Pemerintah Daerah DIY, lanjut Ni Made, berkomitmen menyediakan formasi jenjang karier yang terencana, serta memastikan mekanisme evaluasi dan pengembangan kompetensi selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Ia meminta perangkat daerah pembina jabatan fungsional untuk aktif memberikan dukungan agar masa depan pengembangan karier para pejabat tidak berjalan tanpa arah.

Masih membacakan Sambutan Gubernur DIY, Sekretaris Daerah DIY menekankan bahwa pejabat fungsional harus terus mengembangkan diri. Jabatan fungsional, yang merupakan jabatan keahlian, menuntut ASN untuk selalu memperbarui kemampuan melalui asosiasi profesi, komunitas jabatan fungsional, maupun pembelajaran mandiri.

“Keahlian hanya tumbuh jika dipupuk. Jangan sampai terjebak di zona nyaman. Ketika pejabat fungsional berhenti berkembang, dampaknya bisa menghambat regenerasi ASN secara keseluruhan,” pesan Ni Made

Ni Made juga menyoroti bahwa stagnasi karier dapat menghambat pejabat pelaksana yang sedang menunggu kesempatan untuk naik ke jabatan fungsional. Oleh karena itu, pengembangan diri bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi bagian dari dinamika manajemen karier di lingkungan Pemda DIY.

Mengakhiri pembacaan Sambutan Gubernur DIY, Ni Made menyampaikan keyakinannya bahwa para pejabat yang dilantik mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Pemda DIY. Ia menegaskan pentingnya integritas, loyalitas, dan profesionalitas di setiap lini jabatan fungsional.

“Mari kita bangun birokrasi yang tidak hanya cerdas dan profesional, tetapi juga berintegritas. Selamat bekerja di ketugasan yang baru,” pungkasnya.


Yogyakarta, 19 November 2025, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Calon Pensiun untuk periode Juli hingga Desember 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 November 2025, bertempat di Ruang Sekar Jagat, dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan mental bagi para peserta menjelang masa purna tugas.

Dalam sambutannya, Kepala BKD DIY, Hary Setiawan, menyampaikan bahwa maksud kegiatan ini untuk memberikan pencerahan mental para ASN dalam memasuki masa purna tugas dan menigkatkan pemahaman prosedur usul pensiun.

Beberapa intansi yang mengisi materi antara lain Kanreg I BKN Yogyakarta, PT Taspen Yogyakarta, BPD DIY, BPJS Kesehatan Cabang DIY dan PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia).

Pembekalan calon pensiun merupakan program rutin yang diselenggarakan Pemda DIY sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas pengabdian PNS selama bertahun-tahun, sekaligus memastikan para pegawai dapat memasuki masa pensiun dengan lebih siap, mandiri, dan produktif. Kegiatan ini diikuti oleh PNS dari berbagai perangkat daerah dengan total peserta mencapai ratusan orang.

Para peserta menyambut positif kegiatan ini karena memberikan wawasan praktis dan motivasi baru. Banyak di antara mereka yang menyampaikan rasa syukur dan harapan agar pendampingan semacam ini terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap ASN.


Memperhatikan surat permohonan pindah antar instansi ke lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pedoman Mutasi PNS, kami mengundang Saudara menjadi peserta seleksi mutasi PNS masuk Pemerintah Daerah DIY dan Akuisisi Talenta Eksternal dengan tahapan dapat diunduh pada tautan di bawah ini:



Yogyakarta, 31 Oktober 2025 – Suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan mewarnai acara Pencerahan dan Doa Bersama dalam rangka penggunaan Gedung Baru Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran BKD DIY untuk memulai babak baru pelayanan kepegawaian yang lebih modern, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah DIY, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemda DIY, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BKD DIY, Hary Setiawan, yang menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak dalam proses pembangunan gedung baru ini. Beliau juga mengatakan bahwa gedung baru BKD DIY sebagai rumah kedua para pegawai BKD DIY untuk berkinerja lebih baik dan sebagai tempat ibadah bagi para pegawai.

Acara dilanjutkan dengan sesi pencerahan yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas, KH. Abdulloh Khadziq Fauzan. Doa bersama ini menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh aktivitas di gedung baru BKD DIY senantiasa diberkahi, dijauhkan dari hambatan, serta menjadi sarana peningkatan kinerja dan pengabdian bagi bangsa dan daerah.

Dalam pengarahammya, Sekretari Daerah Pemda DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menyampaikan dengan adanya gedung baru diharapkan ke depan dimanfaatkan seoptimal mungkin dan kinerja BKD semakin berkualitas terutama dalam menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM).

Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Sekretaris Daerah DIY. Gedung baru BKD DIY diharapkan menjadi wadah tumbuhnya budaya kerja yang lebih terbuka, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima.


Yogyakarta, 3 November 2025 — Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik 9 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Pelantikan dan pengambilan sumpah yang dilaksanakan di Bangsal Kepatihan berlangsung dengan nuansa memadukan tradisi budaya lokal, semangat antargenerasi, serta fokus pada pencapaian hasil bagi kesejahteraan rakyat. Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa jabatan adalah amanah rakyat yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan kesungguhan.

Inti sambutan yang disampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti pentingnya harmonisasi antara generasi senior dan Generasi Z di arena birokrasi. Generasi senior membawa kebijaksanaan berkat pengalaman, sementara Generasi Z menghadirkan ritme kerja yang cepat, ketat terhadap data, dan orientasi solusi berbasis teknologi. “Yang tua mentransfer nilai, yang muda menyalakan inovasi” menjadi gambaran kolaborasi yang diharapkan mampu melahirkan birokrasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga relevan, adaptif, dan visioner.

Gubernur menekankan perlunya pertautan jiwa lintas generasi agar nilai, pengalaman, dan kearifan tidak terkungkung masa lalu, melainkan menjadi pendorong perubahan. Pembangunan di DIY tidak lagi sekadar banyaknya aktivitas, melainkan dampak nyata bagi rakyat. Oleh karena itu, pendekatan SAKIP Tematik dijadikan kompas untuk menarget isu prioritas seperti pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, penurunan stunting, dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam konteks tata kelola, Sekretaris Daerah bersama Asisten Sekda berperan sebagai penggerak utama sinergi lintas-OPD guna menjamin program tematik berjalan terpadu, efisien, dan tepat sasaran. Kepala OPD diharapkan menjadi pelaksana yang proaktif, mampu menerjemahkan arah kebijakan ke dalam aksi nyata di lapangan, serta memastikan setiap rupiah anggaran membawa manfaat konkret bagi masyarakat.

Gubernur juga mengajak seluruh hadirin merenungi makna bekerja dengan cinta melalui puisi Kahlil Gibran yang menekankan pengabdian sebagai membangun rumah dengan penuh kasih sayang, seakan rumah itu milik kekasih. Ia menutup sambutan dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar memberikan kekuatan serta meridhai setiap upaya dalam tugas baru ini. Pesan akhirnya: belajar, memadukan potensi lintas generasi, dan menemukan inovasi yang bermanfaat bagi rakyat dan daerah.

Publik juga diingatkan bahwa keseharian birokrasi membutuhkan keseimbangan antara kebijakan yang visioner dengan pelaksanaan yang konkret di lapangan, serta komitmen untuk menghadirkan layanan publik yang lebih baik melalui kerja nyata, tepat biaya, dan tepat sasaran.


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243