Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

Ramadhan sebagai Momentum Rahmat dan Pengampunan

Yogyakarta – Dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan dengan penguatan nilai-nilai spiritual, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY menyelenggarakan tausiah yang disampaikan oleh Kepala BKD DIY, Hary Setiawan, pada Kamis, 5 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut disampaikan berbagai pesan keagamaan yang menekankan makna puasa Ramadhan sebagai sarana meningkatkan ketakwaan sekaligus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.

Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Ibadah puasa tidak hanya dikenal dalam Islam, tetapi juga telah dijalankan oleh umat-umat sebelum datangnya agama Islam, meskipun dengan tata cara dan waktu yang berbeda. Dalam ajaran Islam, puasa memiliki tujuan utama untuk membentuk pribadi yang bertakwa.

Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan bahwa apabila umatnya mengetahui kemuliaan bulan Ramadhan, maka mereka akan berharap setiap hari adalah Ramadhan. Hal tersebut menggambarkan besarnya keberkahan dan keutamaan yang terkandung dalam bulan suci ini.

Dalam bulan Ramadhan terdapat tiga fase utama, yaitu awal Ramadhan sebagai rahmah atau rahmat Allah, pertengahannya sebagai maghfiroh atau ampunan, dan akhir Ramadhan sebagai pembebasan dari api neraka. Pada pertengahan Ramadhan, umat Islam berada pada fase maghfiroh, yaitu masa di mana Allah SWT memberikan kesempatan yang luas bagi hamba-Nya untuk memperoleh ampunan.

Makna rahmat Allah tidak hanya dipahami sebagai kemudahan dalam kehidupan, tetapi juga sebagai kasih sayang Allah yang menjadi sebab utama manusia memperoleh keselamatan. Dalam sebuah kisah yang sering disampaikan dalam kajian keagamaan, terdapat seorang hamba yang beribadah selama 500 tahun di sebuah pegunungan dan memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan sujud. Doa tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. Namun dijelaskan bahwa hamba tersebut tidak masuk surga semata-mata karena ibadahnya selama ratusan tahun, melainkan karena rahmat Allah SWT.

Kisah tersebut memberikan pelajaran bahwa manusia tidak dapat hanya mengandalkan amal ibadah semata, tetapi juga harus selalu berharap pada rahmat dan ampunan Allah SWT. Oleh karena itu, bulan Ramadhan menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan ibadah dan memperbaiki kualitas diri.

Ramadhan juga dikenal sebagai bulan yang penuh dengan ampunan, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Setiap kebaikan dapat diganjar mulai dari sepuluh hingga bahkan ribuan kali lipat. Namun demikian, hanya Allah SWT yang mengetahui apakah ibadah seseorang benar-benar diterima.

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam diajarkan untuk senantiasa memohon kepada Allah agar setiap ibadah yang dilakukan dapat diterima. Salah satu doa yang sering dipanjatkan setelah shalat adalah:

“Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wa shiyamana wa ruku’ana wa sujudana wa qu’udana wa tadharru’ana wa takhasysyu’ana wa ta’abbudana wa tammim taqshirana ya Allah ya Rabbal ‘alamin.”

Doa tersebut bermakna permohonan kepada Allah agar menerima seluruh ibadah yang dilakukan, termasuk shalat, puasa, rukuk, sujud, serta segala bentuk penghambaan kepada-Nya, sekaligus memohon agar Allah menyempurnakan segala kekurangan dalam ibadah tersebut.

Selain itu, dalam setiap shalat umat Islam juga membaca tahiyat akhir, yang berisi penghormatan kepada Allah serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan tersebut mengandung makna bahwa segala bentuk penghormatan, doa, dan kebaikan hanya diperuntukkan bagi Allah SWT, serta menjadi bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah.

Dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan besar bagi setiap muslim untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT.

Selain meningkatkan ibadah, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Dalam berbagai kesempatan diingatkan pentingnya meminta ridha kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu. Bagi seorang istri, penting untuk mendapatkan ridha suami, begitu pula seorang suami hendaknya memberikan kebaikan dan keridhaan kepada istrinya. Hubungan yang baik dengan sesama manusia menjadi salah satu jalan turunnya keberkahan dalam kehidupan.

Bulan Ramadhan juga memiliki sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah Nuzulul Qur’an yang diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, yaitu peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Pada tanggal yang sama juga terjadi Perang Badar pada tahun kedua Hijriyah, yang menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan umat Islam.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa bulan Ramadhan bukan menjadi alasan untuk mengurangi semangat dalam berikhtiar. Justru sebaliknya, Ramadhan menjadi momentum untuk tetap berjuang dan berusaha dengan penuh kesungguhan.

Dalam kehidupan modern, tantangan yang dihadapi juga semakin beragam. Banyak waktu yang tanpa disadari habis untuk menggunakan telepon genggam atau berselancar di media sosial. Oleh karena itu, Ramadhan menjadi kesempatan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an serta memperbanyak amal kebaikan lainnya.

Perubahan yang paling sulit dalam kehidupan manusia adalah mengubah diri sendiri menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun Ramadhan hadir sebagai momentum terbaik untuk memulai perubahan tersebut.

Nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa seperti kesabaran, pengendalian diri, kejujuran, dan tanggung jawab memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara. Dengan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, setiap tugas yang dijalankan diharapkan dapat dilakukan dengan penuh integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab.

Melalui momentum Ramadhan, diharapkan seluruh pegawai dapat terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan demikian, bulan suci Ramadhan dapat menjadi sarana untuk meraih rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT.


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243