Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

Yogyakarta, 2 Maret 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan di Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BKD DIY) menyelenggarakan kegiatan tausiyah di Masjid Al-Huda. Kegiatan ini disampaikan oleh Bapak Angger Putro Pitoyo, Kepala Subbagian Tata Usaha. Materi yang disampaikan adalah Kisah turunnya Surat dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Al-Kautsar (surat terpendek dalam Al-Qur’an). Surat tersebut mempunyai makna yang sangat mendalam.

Kala itu, Nabi Muhammad SAW mempunyai beberapa putra, dan dua  diantaranya meninggal dalam usia muda, yaitu Qasim dan Abdullah. Kaum Quraisy, di antaranya Al-‘Ash bin Wa’il, mengejek Nabi dengan menyebut Nabi sebagai “abtar” (terputus keturunan dan pengaruhnya). Dalam budaya Arab saat itu, memiliki keturunan laki-laki dianggap sebagai simbol keberlanjutan nama dan kehormatan. Dalam keadaan berduka, muncul Surat Al-Kautsar. Surat ini terdiri dari tiga ayat dan diturunkan di Makkah. Surat ini turun sebagai penghibur dan penguat hati Rasulullah. Tiga ayat dalam Al-Kautsar mengandung kebaikan yang dapat kita pelajari bersama, yaitu kita harus menjadi orang yang selalu mencintai Rasulullah.

Surat ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT, memperkuat ibadah ritual seperti salat dan berkurban (dalam arti luas mencakup pengorbanan untuk kebaikan), serta tidak terpengaruh oleh ejekan atau kebencian orang lain -- tetap istiqamah di jalan Allah.



YOGYAKARTA – Bertempat di halaman kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, segenap jajaran pegawai mengikuti Upacara Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HPKN) dengan penuh khidmat pada Minggu pagi (1/3). Upacara ini dilaksanakan guna memperingati peristiwa bersejarah yang jatuh setiap tanggal 1 Maret.

Momen peringatan HPKN tahun 2026 ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan menjadi pengingat krusial atas peristiwa heroik Serangan Umum 1 Maret 1949. Peristiwa tersebut merupakan tonggak sejarah yang membuktikan kepada dunia internasional bahwa eksistensi Republik Indonesia masih tegak berdiri dan berdaulat.

Meneladani Semangat Juang dalam Birokrasi

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus dimanifestasikan dalam kerja nyata. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pejuang di masa lalu, kini diterjemahkan menjadi dedikasi dalam melayani masyarakat.

"Kedaulatan bangsa adalah tanggung jawab kita bersama. Tugas kita saat ini adalah mengisi kedaulatan tersebut dengan pengabdian terbaik, integritas tinggi, dan profesionalisme yang tak tergoyahkan," ungkap pimpinan upacara dalam amanatnya.

Implementasi Nilai HPKN bagi ASN BKD DIY

Peringatan ini diharapkan dapat merecharge semangat para pegawai BKD DIY untuk:

  • Berintegritas Tinggi: Menjaga kejujuran dan amanah dalam setiap proses administrasi kepegawaian.

  • Profesionalisme: Terus meningkatkan kompetensi guna memberikan solusi terbaik bagi dinamika birokrasi di DIY.

  • Pelayanan Prima: Menempatkan kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah sebagai prioritas utama.

Sejarah yang Menghidupkan Masa Depan

Melalui Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022, Hari Penegakan Kedaulatan Negara telah ditetapkan sebagai hari besar nasional. Bagi Yogyakarta, peristiwa ini memiliki kedekatan emosional dan historis yang sangat kuat. BKD DIY berkomitmen untuk terus merawat memori kolektif bangsa ini dengan menunjukkan kinerja yang akuntabel dan inovatif.

Selamat Hari Penegakan Kedaulatan Negara 2026! Mari kita jaga kedaulatan ini dengan karya dan kontribusi nyata bagi Bumi Mataram dan Indonesia.


Yogyakarta – Memasuki Ramadhan ke-9, pada Jumat, 27 Februari 2026, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY menyelenggarakan kegiatan pentasyarufan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) yang dihimpun dari para pegawai untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan BKD DIY dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan aksi nyata kepedulian sosial.

Berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan menjadi salah satu cara untuk menambah keberkahan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mengasah empati serta menumbuhkan keikhlasan dalam berbagi kepada sesama.

Penyaluran dana ZIS memiliki banyak keutamaan, di antaranya menyucikan harta dan jiwa, menambah keberkahan rezeki, menghapus dosa, memberikan ketenangan batin, serta menjadi perlindungan dari berbagai keburukan.

Hesty selaku Koordinator Zakat BKD DIY menyampaikan bahwa sebanyak 235 paket sembako telah disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat di sekitar kantor BKD DIY. Penerima manfaat berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dengan rata-rata penghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR), seperti buruh lepas, tukang becak, petugas pengatur lalu lintas sukarela (Pak Ogah), hingga pedagang kaki lima.

Melalui bingkisan sederhana ini, BKD DIY berharap dapat menghadirkan kebahagiaan dan kehangatan bagi masyarakat di bulan Ramadhan, sekaligus memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan di lingkungan ASN.


Yogyakarta, 27 Februari 2026 — Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BKD DIY) menggelar Refleksi Jumat sebagai penguatan nilai spiritual dan etos kerja aparatur. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ibadah puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses upgrading kinerja rohani yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.

Ramadan dipahami sebagai momentum pembinaan diri, tidak hanya dalam relasi vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga dalam relasi horizontal antarpegawai dan kepada masyarakat. Sebagai pelayan publik, ASN di lingkungan BKD DIY diajak menjadikan puasa sebagai sarana peningkatan integritas dan profesionalitas.

 

Empat Indikator Kesuksesan Puasa bagi Pelayan Publik

Dalam refleksi yang disampaikan, terdapat empat indikator yang dapat menjadi tolok ukur keberhasilan puasa bagi ASN:

  1. Proaktif

Menjadi pribadi yang lebih dulu menebar salam, keramahan, dan energi positif di lingkungan kerja. Sikap proaktif mencerminkan kesiapan ASN dalam membangun suasana kerja yang kolaboratif dan produktif.

  1. Apresiatif

Mampu menghargai kelebihan dan kontribusi rekan sejawat. Budaya saling mengapresiasi menjadi bagian dari penguatan nilai Harmonis dalam core values ASN, sehingga tercipta lingkungan kerja yang saling mendukung.

  1. Integritas

Konsisten mengajak pada kebaikan dan menjaga ketaatan beragama di tempat kerja. Integritas tidak hanya tercermin dalam kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dalam kesungguhan menjaga amanah jabatan.

  1. Syukur

Fokus pada dedikasi dan kontribusi, serta meminimalisir keluhan. Rasa syukur mendorong ASN untuk bekerja dengan hati, melihat tugas sebagai bentuk pengabdian, bukan beban.

 

Maksimalkan Sisa Ramadan

Refleksi ini juga mengajak seluruh pegawai untuk memaksimalkan sisa Ramadan seolah-olah ini adalah kesempatan terakhir. Momentum ini menjadi ajakan untuk mengejar ampunan dan kemuliaan Lailatul Qadr, sekaligus bertransformasi menjadi ASN yang setingkat lebih baik, lebih profesional, lebih berintegritas, dan lebih berdampak.

 

Peringatan Diri

Selain dorongan untuk berbenah, terdapat pula peringatan agar setiap ASN menghindari kedzaliman terhadap waktu, amanah, dan hak-hak Allah SWT. Waktu kerja adalah amanah, tugas adalah tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat adalah wujud nyata pengabdian.

 

Melalui Refleksi Jumat ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan BKD DIY mampu meraih kemenangan yang fitri, sekaligus tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan.

Semoga Ramadan menjadi titik balik peningkatan kualitas diri dan kualitas layanan publik. Amin.


Yogyakarta – Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BKD DIY) menyelenggarakan kegiatan Coffee Morning pada Jumat, 27 Februari 2026, yang dihadiri seluruh pegawai di lingkungan BKD DIY. Kegiatan ini menjadi bagian dari forum komunikasi internal sekaligus ruang penyelarasan program kerja dalam mendukung penguatan manajemen ASN di Pemerintah Daerah DIY.

Sekretaris BKD DIY, Bapak Oni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun 2026 diwarnai dengan berbagai dinamika dan agenda strategis yang perlu disikapi secara adaptif dan kolaboratif. Berbagai kebijakan baru, khususnya terkait manajemen kinerja dan transformasi digital, menuntut kesiapan seluruh pegawai untuk bergerak selaras dan responsif.

 

Pelepasan Purna Tugas: 35 Tahun Pengabdian

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelepasan purna tugas Ibu Zulaichah setelah 35 tahun mengabdi di lingkungan BKD DIY. Kepala BKD DIY, Bapak Hary Setyawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta loyalitas yang telah diberikan selama ini.

Beliau menyampaikan bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari bentuk pengabdian yang berbeda di tengah masyarakat. Diharapkan silaturahmi tetap terjalin dengan baik serta Ibu Zulaichah senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

 

Perubahan Kebijakan Manajemen Kinerja Tahun 2026

Dalam sesi utama Coffee Morning, disampaikan adanya perubahan kebijakan terkait pengelolaan kinerja ASN. Mulai tahun 2026, penilaian kinerja tidak lagi menggunakan sistem sebelumnya, melainkan sepenuhnya menggunakan E-Kinerja BKN RI. Selain itu, mekanisme pelaporan kinerja yang sebelumnya dilakukan secara bulanan kini berubah menjadi pelaporan harian.

Perubahan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan terbaru terkait Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) dan manajemen kinerja, yang menekankan pada:

  1. Implementasi pemerintahan digital
  2. Pemanfaatan platform digital secara optimal
  3. Peningkatan kompetensi digital ASN
  4. Penguatan publikasi melalui media sosial dan website
  5. Keterbukaan informasi publik sebagai indikator kinerja instansi

Sosialisasi e-kinerja harian juga akan terus dilakukan guna memastikan pemahaman dan kesiapan seluruh pegawai dalam menjalankan sistem baru tersebut. Beberapa kendala teknis seperti jaringan dan integrasi sistem turut menjadi perhatian untuk terus diperbaiki secara bertahap, termasuk integrasi data dan penyempurnaan fitur pelaporan berbasis bukti dukung.

 

Penguatan Integrasi dan Sinkronisasi Data ASN

Selain pengelolaan kinerja, turut dibahas pentingnya kelengkapan dan sinkronisasi data ASN. Data ASN dalam sistem internal perlu dilengkapi dan dipetakan untuk kemudian diinput ke dalam DMS serta disinkronkan dengan sistem MyASN. Proses sinkronisasi, termasuk untuk PAK Guru, dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas pemrosesan data harian.

Hal ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola kepegawaian yang tertib, akurat, dan terintegrasi.

 

Komitmen Kolaborasi dan Keterbukaan Informasi

Dalam arahannya, Kepala BKD DIY menegaskan bahwa dinamika perubahan birokrasi di tahun 2026 harus direspons dengan semangat kolaborasi lintas sektor serta penguatan kinerja yang berkesinambungan. Pemanfaatan teknologi informasi sebagai bagian dari implementasi SPBE menjadi amanah yang harus dioptimalkan.

Salah satu indikator penilaian kinerja instansi pada tahun 2026 adalah keterbukaan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, ruang informasi kepegawaian perlu semakin terbuka, mudah diakses, dan akuntabel.

 

Melalui Coffee Morning ini, diharapkan seluruh pegawai BKD DIY memiliki pemahaman yang sama, semangat yang selaras, serta komitmen kuat dalam mendukung transformasi manajemen ASN di DIY.

Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan menjadi bagian dari pengabdian terbaik bagi masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.


YOGYAKARTA – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyadari bahwa optimalisasi sistem digital dalam manajemen kinerja pegawai terkadang membawa tantangan tersendiri. Di tengah rutinitas dan tuntutan pelayanan publik yang tinggi, proses administratif seperti pengisian E-Kinerja tentu membutuhkan pemahaman yang komprehensif.

Memahami kondisi tersebut, BKD DIY secara resmi membuka layanan konsultasi dan pendampingan E-Kinerja khusus bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Layanan ini hadir sebagai bentuk kehadiran dan dukungan penuh BKD agar hak dan kewajiban administratif setiap pegawai dapat terpenuhi dengan baik.

Fokus Layanan Konsultasi

Setiap ASN mungkin menghadapi kendala yang berbeda-beda. Oleh karena itu, layanan konsultasi ini dirancang secara inklusif untuk merespons berbagai permasalahan, antara lain:

  • Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP): Kesulitan dalam merumuskan target dan ekspektasi kerja.
  • Penginputan Aktivitas & Indikator: Kendala dalam menerjemahkan tugas harian menjadi aktivitas yang terukur di dalam sistem.
  • Penilaian Perilaku Kerja: Kebingungan terkait mekanisme dan proporsi penilaian dari atasan, rekan kerja, maupun bawahan.
  • Permasalahan Teknis Aplikasi: Berbagai kendala error sistem, kesulitan login, atau fitur yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Ruang Aman untuk Berdiskusi

Melalui layanan konsultasi ini, BKD DIY ingin menyediakan ruang yang nyaman bagi Bapak/Ibu ASN untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi secara langsung. Tim fasilitator BKD DIY siap mendengarkan, mendampingi, dan memberikan solusi yang tepat, praktis, serta senantiasa merujuk pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Komitmen utama kami adalah memastikan proses pengelolaan kinerja di lingkungan Pemerintah Daerah DIY dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan akuntabel, tanpa membebani ASN secara berlebihan.

Mari Wujudkan Manajemen Kinerja yang Berdampak

E-Kinerja bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan cermin dari dedikasi dan kontribusi nyata ASN bagi kemajuan daerah. Bersama-sama, mari kita wujudkan manajemen kinerja yang lebih baik, transparan, dan memberikan dampak positif bagi organisasi serta masyarakat luas.


Yogyakarta, 26 Februari 2026 -- Dalam suasana bulan puasa di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah DIY, para ASN mengikuti tausiah singkat dari Ibu Ani Astuti, Analis SDM Aparatur, Ahli Muda.

Dalam Tausiahnya, Ibu Ani mengambil tema tentang 7 (tujuh) hal dalam diri manusia tentang USIA menurut Al Quran, yaitu :

  1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia.
  2. Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita, karena Allah mencerahkan mata hati untuk melihat Akhirat.
  3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita, karena Allah sedang mengajari bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan, namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah mengecewakan.
  4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur ke dalam tanah
  5. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita, karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih.
  6. Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan tulang dan sendi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawa akan diambil.
  7. Semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin sendiri, karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia.

Kegiatan tausiah ini menjadi pengingat bahwa usia bukan sekadar angka administratif dalam data kepegawaian, melainkan perjalanan spiritual yang harus diisi dengan makna. Semoga melalui tausiah rutin ini, seluruh pegawai Badan Kepegawaian Daerah DIY semakin termotivasi untuk memanfaatkan usia dengan amal terbaik, memperkuat integritas, serta menebar manfaat bagi masyarakat dan daerah.


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243