Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

Ramadhan selalu identik dengan keberkahan. Namun keberkahan tidak hanya dimaknai sebagai bertambahnya pahala dalam ibadah personal, melainkan juga sebagai bertambahnya kualitas diri dalam menjalankan amanah pekerjaan.

Bagi aparatur sipil negara, berkah Ramadhan dapat diwujudkan melalui penguatan budaya kerja. Puasa melatih kesabaran dalam menghadapi dinamika pelayanan, menumbuhkan empati terhadap masyarakat, serta membentuk pribadi yang lebih jujur dan disiplin. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi pelayanan publik yang berkualitas.

Di bulan suci ini, setiap tugas yang dikerjakan dengan niat tulus bernilai ibadah. Setiap bentuk pelayanan yang dilakukan dengan ramah dan adil menjadi wujud nyata dari rasa syukur atas amanah jabatan. Ramadhan mengajarkan bahwa bekerja bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, semangat berkah Ramadhan diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh pegawai untuk menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan membangun kolaborasi yang harmonis. Produktivitas tetap terjaga, kualitas pelayanan tetap optimal, dan etika kerja semakin kokoh.

Keberkahan Ramadhan hadir ketika spiritualitas dan profesionalitas berjalan beriringan. Ketika hati terjaga, niat diluruskan, dan pekerjaan dituntaskan dengan penuh tanggung jawab.

Semoga Ramadhan ini benar-benar menjadi bulan penuh berkah, bagi pribadi, bagi instansi, dan bagi masyarakat yang kita layani.



YOGYAKARTA – Suasana khidmat menyelimuti Mushola Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY siang ini. Di tengah rutinitas pekerjaan yang tetap berjalan selama bulan Ramadan, para pegawai menyempatkan diri untuk mengikuti kajian ba’da dzuhur yang telah menjadi agenda harian selama bulan suci ini.

Kajian hari ini (2/3) terasa spesial dengan kehadiran Sekretaris BKD DIY, Bang Oni, sebagai narasumber. Membawakan tema "Menjadi Pribadi yang Amanah dan Profesional", materi yang disampaikan menjadi "angin segar" sekaligus pengingat bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BKD DIY untuk merecharge kembali spiritualitas dan integritas mereka.

Integritas: Perpaduan Sunnah dan Tuntutan Profesi

Dalam penyampaiannya, Bang Oni menekankan bahwa profesionalisme ASN saat ini bukan sekadar tuntutan birokrasi, melainkan wujud dari pengamalan sunnah Rasulullah SAW.

"Sebaik-baik manusia adalah mereka yang dapat bermanfaat untuk orang lain," kutip Bang Oni mengingatkan para jamaah.

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah karakter dasar yang harus dimiliki seorang muslim. Dalam konteks pekerjaan, manfaat tersebut diwujudkan melalui pelayanan publik yang prima dan penuh integritas.

Muhasabah: Menakar Keberkahan di Setiap Langkah

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kesadaran bahwa setiap pekerjaan adalah amanah. Jika pekerjaan dipandang sebagai beban, maka hasilnya hanya lelah. Namun, jika dipandang sebagai amanah, maka menunaikannya adalah kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

Bang Oni juga mengajak para pegawai untuk melakukan muhasabah diri (introspeksi) secara mendalam:

  • Apakah gaji yang diterima setiap bulan sudah benar-benar berkah?

  • Apakah ada tugas-tugas yang belum terpenuhi dengan maksimal?

  • Apakah kehadiran kita sudah memberikan solusi atau justru menjadi beban bagi sistem?

Introspeksi ini disebut sebagai wujud nyata dari ihsan, yaitu kesadaran akan hadirnya Allah yang senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik hamba-Nya.

Menjadi Teladan bagi Masyarakat

Sebagai penutup, ditekankan bahwa ASN BKD DIY harus mampu menjadi contoh dalam meneguhkan integritas. Di tengah dinamika masyarakat yang semakin kritis, ASN dituntut tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga bekerja dengan hati yang amanah.

Kajian ba’da dzuhur ini diharapkan tidak hanya menjadi pengisi waktu luang, tetapi menjadi momentum transformasi bagi seluruh pegawai BKD DIY untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih profesional, dan tentunya lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.


YOGYAKARTA – Dalam rangka menjamin objektivitas dan kualitas pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai (PKP) BKD DIY kembali dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan Assessment Center.

Kegiatan seleksi terbuka ini dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026, bertempat di gedung Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai BKD DIY. Penyelenggaraan assessment ini diikuti oleh 8 (delapan) orang peserta yang telah lolos seleksi administrasi untuk memperebutkan posisi strategis di lingkup Pemkab Sleman.

Metode Sedang untuk Pemetaan Kompetensi Manajerial

Pada seleksi kali ini, Balai PKP BKD DIY menerapkan Metode Sedang. Metode ini dipilih karena dinilai komprehensif dalam memotret potensi dan kompetensi manajerial serta sosial kultural para kandidat. Rangkaian instrumen yang digunakan meliputi:

  • Psikotes: Untuk melihat profil potensi dasar peserta.

  • Analisis Kasus/LGD (Leaderless Group Discussion): Menguji kemampuan pemecahan masalah dan kerja sama tim.

  • Wawancara Kompetensi: Pendalaman terhadap rekam jejak dan perilaku kerja berdasarkan kamus kompetensi jabatan.

Menjamin Transparansi dan Profesionalisme

Kepala Balai PKP BKD DIY menyampaikan bahwa penggunaan layanan Assessment Center di BKD DIY bertujuan untuk mewujudkan sistem meritokrasi yang sehat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui penilaian yang terstandar dan asesor yang profesional, diharapkan muncul calon pimpinan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kepemimpinan yang kuat.

"Hasil dari assessment ini akan menjadi potret nyata kapasitas para peserta, yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi Panitia Seleksi (Pansel) dalam menentukan pejabat yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi (right man on the right place)," jelasnya

Sinergi Antar Daerah

Pelaksanaan kegiatan ini juga menegaskan peran BKD DIY melalui Balai PKP sebagai rujukan layanan pengukuran kompetensi di DIY. Sinergi antara Pemerintah Daerah DIY dan Kabupaten Sleman ini diharapkan terus terjaga demi peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur yang bermuara pada peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta objektivitas di setiap tahapan penilaiannya.



Dalam rangka pelaksanaan ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H, jam layanan BKD DIY mengalami penyesuaian.

Penyesuaian ini didasarkan pada Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 1 Tahun 2026 tentang Jam Kerja Pegawai Pada Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M di Lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Silakan menyesuaikan waktu kunjungan Anda sesuai jadwal terbaru.

Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya.
Selamat menunaikan ibadah puasa. 🌙✨


YOGYAKARTA – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY mengintensifkan upaya penguatan integritas pegawainya melalui pendekatan spiritual yang konsisten. Alih-alih hanya mengandalkan seminar formal, BKD DIY memilih metode pembinaan karakter yang menyatu dengan ibadah harian: Sholat Dzuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan Kuliah Tujuh Menit (Kultum).

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari kerja ini bertempat di Masjid/Mushola lingkungan BKD DIY dan diikuti oleh seluruh pegawai yang beragama Islam. Hal ini menjadi ruang bagi ASN untuk sejenak berhenti dari rutinitas pekerjaan guna merefresh niat dan mentalitas pengabdian.

Spiritualitas sebagai Fondasi Integritas

Kepala BKD DIY menegaskan bahwa integritas seorang aparatur sipil negara (ASN) berakar pada kejujuran hati. Melalui Sholat Dzuhur berjamaah, nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan diperkuat. Sementara itu, sesi Kultum dirancang sebagai pengingat moral (moral reminder) di tengah tuntutan pekerjaan yang dinamis.

"Integritas bukan sekadar tidak melakukan korupsi, tapi juga bagaimana kita menjaga amanah waktu dan tanggung jawab. Sholat berjamaah melatih kita untuk disiplin waktu, sementara Kultum memberi asupan ruhani agar etika kerja kita tetap terjaga," ujar salah satu pejabat struktural BKD DIY.

Menjaga Etos Kerja di Bulan Puasa

Kegiatan rutin ini diharapkan memberikan dampak positif pada lingkungan kerja BKD DIY:

  • Peningkatan Disiplin: Jadwal sholat berjamaah melatih manajemen waktu pegawai agar tugas selesai tepat waktu sebelum memasuki waktu ibadah.

  • Penguatan Silaturahmi: Pertemuan rutin setiap siang mempererat koordinasi antar-bidang dalam suasana yang lebih sejuk dan kekeluargaan.

  • Internalisasi Nilai Budaya SATRIYA: Materi Kultum seringkali dikaitkan dengan nilai-nilai Selaras, Akal budi luhur, Teladan, Rela melayani, Inovatif, Yakin, dan Ahli.

Pelayanan Publik Tetap Prima

Meskipun terdapat agenda rutin keagamaan, BKD DIY menjamin bahwa kualitas layanan kepegawaian tidak akan terganggu. Pengaturan jadwal telah disusun sedemikian rupa sehingga loket pelayanan dan administrasi tetap terjaga.

Dengan semangat "Ramadhan Berintegritas", BKD DIY bertekad menjadikan bulan puasa tahun ini sebagai momentum untuk mencetak ASN yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh dalam melayani masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.


Yogyakarta 13 Februari 2026 -- Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (Pemprov DKJ) melaksanakan kunjungan kerja ke BKD DIY. Rombongan berjumlah sepuluh orang, terdiri dari Biro Organisasi dan Sekretariat DPRD Pemprov DKJ. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan studi banding terkait standar kompetensi jabatan dan manajemen talenta.

Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, Hari Nugroho, menyampaikan sinergi BPPSDM, Biro Organisasi dan BKD mempunyai andil untuk menciptakan penguatan talenta ASN dan ASN yang berkarakter integritas. Hari menambahkan, dengan adanya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta, penamaaan  kelembagaan berubah seluruhnya, antar OPD berbeda-beda kelembagaannya. Kedepan Pemprov DKJ akan mengubah struktur kelembagaannya. Ditambahkannya juga, bahwa jumlah ASN di Pemprov DKJ sebanyak 33 persen sedangkan Non ASN 67 persen.

Sedangkan, Kepala BKD DIY, Hary Setiawan mengungkapkan untuk kenaikan jabatan fungsional dengan jabatan struktural sekarang sama penilaiannya yaitu melalui SKP. Ke depan kita akan melakukan perbaikan, yaitu dari Analis Muda ke Analis Madya, kita akan melakukan asesmen melalui Balai PKP, dan pembuatan makalah. Sedangkan untuk kenaikan Analis Madya ke Utama makalah akan dipresentasikan melalui Baperjakat/ Tim Penilai Kinerja Pegawai.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai strategi penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja, pengembangan pola karier ASN, serta implementasi aplikasi pendukung manajemen kinerja. BKD DIY juga memaparkan inovasi yang telah dilakukan dalam mendukung reformasi birokrasi berbasis digital.

Melalui dialog interaktif, Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Pemprov DKJ memperoleh gambaran komprehensif mengenai langkah-langkah teknis dan kebijakan yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan Pemprov DKJ.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antar pemerintah daerah sekaligus menjadi sarana pembelajaran bersama,

Kedepan, hasil kunjungan ini akan ditindaklanjuti melalui penyusunan rekomendasi kebijakan serta penguatan koordinasi antar perangkat daerah guna mendukung pelayanan publik yang semakin prima.


YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Daerah DIY pada Kamis, 12 Februari 2026. Momentum pelantikan ini ditegaskan bukan sekadar peristiwa administratif, melainkan peneguhan niat untuk menjaga amanah dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ngarsa Dalem menyampaikan bahwa di era yang disruptif dan kompleks, kepemimpinan tidak lagi cukup dijalankan sebagai rutinitas administratif belaka.

Kedalaman Batin dan Kualitas Pertimbangan

Mengutip kearifan lokal dari Suluk Dewaruci, Gubernur mengingatkan bahwa pemahaman mendasar lahir dari kedalaman batin. Seorang pemimpin dituntut untuk menata kejernihan pikiran dan batin sebelum menata organisasi yang dipimpinnya.

"Dari batin yang teduh, lahir keputusan yang arif. Dari keputusan yang arif, tumbuh kepercayaan. Dan dari kepercayaan itulah, legitimasi kepemimpinan dibangun," pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menguatkan Relasi Kerja melalui Leader-Member Exchange (LMX)

Gubernur juga menyoroti pentingnya kualitas relasi kerja dalam organisasi. Mengacu pada literatur manajemen kontemporer, beliau memperkenalkan konsep Leader–Member Exchange (LMX), yaitu kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota tim yang dibangun atas dasar saling percaya, menghormati, dan dukungan timbal balik.

Implementasi LMX yang kuat di lingkungan Pemda DIY diharapkan dapat:

  • Meningkatkan komitmen, kinerja, dan perilaku ekstra-peran pegawai.

  • Menjadi faktor pelindung terhadap kelelahan kerja (exhaustion) dan niat keluar (turnover intention).

  • Membantu karyawan beradaptasi lebih baik terhadap berbagai mode kerja, baik onsite maupun hybrid.

Transformasi Digital sebagai Transformasi Budaya

Terkait era digital, Gubernur menekankan bahwa teknologi hanyalah sebuah enabler atau alat pendukung, bukan penentu utama keberhasilan. Nilai tambah tetap ditentukan oleh integritas, kompetensi, dan cara berpikir manusia yang menggunakannya.

Transformasi digital di lingkungan Pemda DIY harus dimaknai sebagai transformasi budaya kerja:

  • Dari birokratis menjadi adaptif.

  • Dari silo menjadi kolaboratif.

  • Dari reaktif menjadi berbasis bukti (data).

Pemimpin sebagai Penggerak Ekosistem

Di akhir sambutan, Gubernur berpesan agar para pejabat baru berperan sebagai penggerak ekosistem kerja, bukan sekadar pengendali. Ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah seberapa banyak talenta baru yang ia tumbuhkan dan seberapa besar kapasitas organisasi yang ia bangun.

"Marilah kita menautkan diri pada kerja besar yang diamanahkan rakyat, sebagai laku pengabdian untuk meneguhkan keistimewaan DIY yang hadir sebagai kemanfaatan nyata bagi masyarakat," pungkas beliau


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243