Berita Terkait BKD D.I. Yogyakarta

Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Gubernur DIY Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Data dan Batin yang Teduh

YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Daerah DIY pada Kamis, 12 Februari 2026. Momentum pelantikan ini ditegaskan bukan sekadar peristiwa administratif, melainkan peneguhan niat untuk menjaga amanah dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ngarsa Dalem menyampaikan bahwa di era yang disruptif dan kompleks, kepemimpinan tidak lagi cukup dijalankan sebagai rutinitas administratif belaka.

Kedalaman Batin dan Kualitas Pertimbangan

Mengutip kearifan lokal dari Suluk Dewaruci, Gubernur mengingatkan bahwa pemahaman mendasar lahir dari kedalaman batin. Seorang pemimpin dituntut untuk menata kejernihan pikiran dan batin sebelum menata organisasi yang dipimpinnya.

"Dari batin yang teduh, lahir keputusan yang arif. Dari keputusan yang arif, tumbuh kepercayaan. Dan dari kepercayaan itulah, legitimasi kepemimpinan dibangun," pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menguatkan Relasi Kerja melalui Leader-Member Exchange (LMX)

Gubernur juga menyoroti pentingnya kualitas relasi kerja dalam organisasi. Mengacu pada literatur manajemen kontemporer, beliau memperkenalkan konsep Leader–Member Exchange (LMX), yaitu kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota tim yang dibangun atas dasar saling percaya, menghormati, dan dukungan timbal balik.

Implementasi LMX yang kuat di lingkungan Pemda DIY diharapkan dapat:

  • Meningkatkan komitmen, kinerja, dan perilaku ekstra-peran pegawai.

  • Menjadi faktor pelindung terhadap kelelahan kerja (exhaustion) dan niat keluar (turnover intention).

  • Membantu karyawan beradaptasi lebih baik terhadap berbagai mode kerja, baik onsite maupun hybrid.

Transformasi Digital sebagai Transformasi Budaya

Terkait era digital, Gubernur menekankan bahwa teknologi hanyalah sebuah enabler atau alat pendukung, bukan penentu utama keberhasilan. Nilai tambah tetap ditentukan oleh integritas, kompetensi, dan cara berpikir manusia yang menggunakannya.

Transformasi digital di lingkungan Pemda DIY harus dimaknai sebagai transformasi budaya kerja:

  • Dari birokratis menjadi adaptif.

  • Dari silo menjadi kolaboratif.

  • Dari reaktif menjadi berbasis bukti (data).

Pemimpin sebagai Penggerak Ekosistem

Di akhir sambutan, Gubernur berpesan agar para pejabat baru berperan sebagai penggerak ekosistem kerja, bukan sekadar pengendali. Ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah seberapa banyak talenta baru yang ia tumbuhkan dan seberapa besar kapasitas organisasi yang ia bangun.

"Marilah kita menautkan diri pada kerja besar yang diamanahkan rakyat, sebagai laku pengabdian untuk meneguhkan keistimewaan DIY yang hadir sebagai kemanfaatan nyata bagi masyarakat," pungkas beliau


Profil Singkat BKD DIY

Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan lembaga kepegawaian yang  ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perkembangan dari lembaga kepegawaian yang ada sebelumnya.


© 2026 BKD D.I. Yogyakarta. All Rights Reserved.
  • 0274-562150 fax. Psw 2903, (0274) 512080
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Jl. Kyai Mojo No.56, Bener, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55243