Yogyakarta, 24 Februari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Huda BKD DIY saat digelar tausiah yang disampaikan oleh Bapak Widanta, Kepala Bidang Kedudukan Hukum dan Kesejahteraan Pegawai. Mengangkat tema “Belajar Syair I’tiraf dari Kisah Abu Nawas”, kegiatan ini diikuti oleh para ASN sebagai bagian dari pembinaan rohani di lingkungan BKD DIY.
Dalam tausiahnya, disampaikan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Rasa bersalah kerap membuat seseorang terjebak dalam penyesalan yang berlarut-larut, seolah merasa tidak lagi berharga. Melalui kisah Abu Nawas yang dalam berbagai literatur dikenal sebagai sosok penyair dengan kehidupan penuh dinamika. Jamaah diajak memahami makna taubat dan pengakuan diri di hadapan Allah SWT.
Syair I’tiraf sendiri dikenal luas sebagai ungkapan pengakuan dosa dan kerendahan hati seorang hamba kepada Tuhannya. Pesan utama yang ditekankan adalah bahwa sebesar apa pun kesalahan manusia, pintu taubat selalu terbuka. Tidak ada seorang pun yang tertutup dari rahmat dan ampunan Allah SWT selama ia mau kembali dan memperbaiki diri.
Dari kisah tersebut, terdapat beberapa pelajaran penting:
- Bersikap rendah hati di hadapan Allah SWT.
- Tidak berputus asa dari rahmat-Nya dan senantiasa membuka pintu taubat.
Kegiatan tausiah ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai religius dalam birokrasi. Dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta kesadaran untuk terus memperbaiki diri, setiap ASN diharapkan dapat menjadikan pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian yang bernilai ibadah dan bermuara pada ridho Allah SWT.
Melalui pembinaan rohani seperti ini, BKD DIY tidak hanya mendorong profesionalisme dalam pengelolaan manajemen ASN, tetapi juga membangun integritas dan karakter aparatur yang berlandaskan nilai spiritual.

