Yogyakarta, 2 Maret 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan di Badan Kepegawaian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BKD DIY) menyelenggarakan kegiatan tausiyah di Masjid Al-Huda. Kegiatan ini disampaikan oleh Bapak Angger Putro Pitoyo, Kepala Subbagian Tata Usaha. Materi yang disampaikan adalah Kisah turunnya Surat dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Al-Kautsar (surat terpendek dalam Al-Qur’an). Surat tersebut mempunyai makna yang sangat mendalam.
Kala itu, Nabi Muhammad SAW mempunyai beberapa putra, dan dua diantaranya meninggal dalam usia muda, yaitu Qasim dan Abdullah. Kaum Quraisy, di antaranya Al-‘Ash bin Wa’il, mengejek Nabi dengan menyebut Nabi sebagai “abtar” (terputus keturunan dan pengaruhnya). Dalam budaya Arab saat itu, memiliki keturunan laki-laki dianggap sebagai simbol keberlanjutan nama dan kehormatan. Dalam keadaan berduka, muncul Surat Al-Kautsar. Surat ini terdiri dari tiga ayat dan diturunkan di Makkah. Surat ini turun sebagai penghibur dan penguat hati Rasulullah. Tiga ayat dalam Al-Kautsar mengandung kebaikan yang dapat kita pelajari bersama, yaitu kita harus menjadi orang yang selalu mencintai Rasulullah.
Surat ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT, memperkuat ibadah ritual seperti salat dan berkurban (dalam arti luas mencakup pengorbanan untuk kebaikan), serta tidak terpengaruh oleh ejekan atau kebencian orang lain -- tetap istiqamah di jalan Allah.

