YOGYAKARTA – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY mengintensifkan upaya penguatan integritas pegawainya melalui pendekatan spiritual yang konsisten. Alih-alih hanya mengandalkan seminar formal, BKD DIY memilih metode pembinaan karakter yang menyatu dengan ibadah harian: Sholat Dzuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan Kuliah Tujuh Menit (Kultum).
Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari kerja ini bertempat di Masjid/Mushola lingkungan BKD DIY dan diikuti oleh seluruh pegawai yang beragama Islam. Hal ini menjadi ruang bagi ASN untuk sejenak berhenti dari rutinitas pekerjaan guna merefresh niat dan mentalitas pengabdian.
Spiritualitas sebagai Fondasi Integritas
Kepala BKD DIY menegaskan bahwa integritas seorang aparatur sipil negara (ASN) berakar pada kejujuran hati. Melalui Sholat Dzuhur berjamaah, nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan diperkuat. Sementara itu, sesi Kultum dirancang sebagai pengingat moral (moral reminder) di tengah tuntutan pekerjaan yang dinamis.
"Integritas bukan sekadar tidak melakukan korupsi, tapi juga bagaimana kita menjaga amanah waktu dan tanggung jawab. Sholat berjamaah melatih kita untuk disiplin waktu, sementara Kultum memberi asupan ruhani agar etika kerja kita tetap terjaga," ujar salah satu pejabat struktural BKD DIY.
Menjaga Etos Kerja di Bulan Puasa
Kegiatan rutin ini diharapkan memberikan dampak positif pada lingkungan kerja BKD DIY:
-
Peningkatan Disiplin: Jadwal sholat berjamaah melatih manajemen waktu pegawai agar tugas selesai tepat waktu sebelum memasuki waktu ibadah.
-
Penguatan Silaturahmi: Pertemuan rutin setiap siang mempererat koordinasi antar-bidang dalam suasana yang lebih sejuk dan kekeluargaan.
-
Internalisasi Nilai Budaya SATRIYA: Materi Kultum seringkali dikaitkan dengan nilai-nilai Selaras, Akal budi luhur, Teladan, Rela melayani, Inovatif, Yakin, dan Ahli.


